Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
still cut drama Korea Spring Fever
still cut drama Korea Spring Fever (instagram.com/tvn_drama)

Intinya sih...

  • Sun Han Gyul mendekati Choi Se Jin dengan merayunya agar mau mengalahkannya, bukan merendahkannya sebagai rival.

  • Memberikan materi belajar kepada Choi Se Jin sebagai bentuk kepedulian dan kejujuran intelektual.

  • Sun Han Gyul memberikan perhatian lebih di saat yang tidak disadari, memberi nomor ponselnya, dan berbagi cara pandang hidupnya untuk menciptakan kedekatan emosional.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Di balik persaingan akademik yang panas di Spring Fever, relasi Sun Han Gyul (Jo Joon Young) dan Choi Se Jin (Lee Jae In) menyimpan dinamika emosional yang jauh lebih rumit dari sekadar adu peringkat. Choi Se Jin dikenal sebagai siswa ambisius yang selalu berada di posisi kedua, sementara Sun Han Gyul nyaris tak tergoyahkan di puncak. Namun alih-alih menjaga jarak, Sun Han Gyul justru memilih pendekatan yang lembut dan dewasa terhadap Se Jin.

Sikap Sun Han Gyul ini perlahan membuka lapisan lain dari hubungan mereka, yang awalnya dipenuhi gengsi, iri, dan penolakan. Cara-cara yang ia lakukan bukanlah pendekatan frontal, melainkan strategi halus yang memadukan empati, perhatian, dan kejujuran. Inilah lima cara Sun Han Gyul mendekati Choi Se Jin di Spring Fever dan makna di balik tiap tindakannya.

1. Merayunya agar mau mengalahkannya, bukan merendahkannya

still cut drama Korea Spring Fever (instagram.com/tvn_drama)

Alih-alih memandang Choi Se Jin sebagai rival yang harus dikalahkan, Sun Han Gyul justru menempatkannya sebagai seseorang yang layak diajak bertumbuh bersama. Ketika ia “merayu” Choi Se Jin untuk mengalahkannya, itu bukan bentuk provokasi, melainkan pengakuan atas kemampuan Choi Se Jin.

Sun Han Gyul secara tidak langsung mengatakan bahwa posisi nomor dua bukan cerminan ketidakmampuan, melainkan potensi yang belum sepenuhnya meledak. Pendekatan ini menampar ego Choi Se Jin, tetapi juga menyentuh harga dirinya.

2. Memberikan materi belajar sebagai bentuk kepedulian

still cut drama Korea Spring Fever (instagram.com/tvn_drama)

Memberi materi belajar kepada rival bisa dianggap sebagai tindakan naif, tetapi bagi Sun Han Gyul, itu adalah bentuk kejujuran intelektual. Ia tidak ingin menang karena lawannya tertinggal, melainkan karena usaha yang seimbang.

Sikap ini menunjukkan bahwa kedekatannya pada Choi Se Jin tidak didasari rasa kasihan, melainkan rasa hormat. Di sisi lain, tindakan ini membuat Choi Se Jin berada dalam dilema emosional antara menolak karena gengsi atau menerima karena ia tahu bantuan itu tulus.

3. Memberi perhatian lebih di saat yang tidak disadari

still cut drama Korea Spring Fever (instagram.com/tvn_drama)

Sun Han Gyul kerap hadir di momen-momen kecil yang sering diabaikan orang lain, seperti memperhatikan perubahan sikap Choi Se Jin atau menangkap kegelisahan yang ia sembunyikan. Perhatian ini tidak berisik dan tidak menuntut balasan, justru terasa asing bagi Choi Se Jin yang terbiasa diukur lewat prestasi. Perlahan, perhatian kecil ini menciptakan ruang aman emosional yang belum pernah Choi Se Jin rasakan sebelumnya, terutama dari sosok yang selama ini ia anggap sebagai “musuh”.

4. Memberikan nomor ponselnya sebagai tanda kepercayaan

still cut drama Korea Spring Fever (instagram.com/tvn_drama)

Memberi nomor ponsel bukan sekadar tindakan praktis, tetapi simbol keterbukaan. Sun Han Gyul membuka akses personal kepada Choi Se Jin, sesuatu yang jarang ia lakukan sembarangan.

Tindakan ini mengisyaratkan bahwa ia siap dihubungi bukan hanya untuk urusan akademik, tetapi juga sebagai tempat berbagi pikiran. Bagi Choi Se Jin, gestur ini terasa membingungkan sekaligus menghangatkan, karena untuk pertama kalinya ia diperlakukan bukan sebagai pesaing, melainkan sebagai individu yang dipercaya.

5. Mencoba terbuka lewat obrolan dan pemikiran

still cut drama Korea Spring Fever (instagram.com/tvn_drama)

Pendekatan paling signifikan dari Sun Han Gyul adalah kesediaannya berbagi cara pandang hidupnya. Ia tidak sekadar berbincang soal pelajaran, tetapi juga pemikiran, tekanan, dan ekspektasi yang ia hadapi. Dengan cara ini, ia menurunkan tembok hierarki antara mereka.

Choi Se Jin perlahan menyadari bahwa Sun Han Gyul bukan sosok sempurna tanpa beban, melainkan seseorang yang juga bergulat dengan tuntutan. Obrolan-obrolan inilah yang menjadi jembatan emosional paling kuat di antara keduanya.

Melalui lima cara ini, Spring Fever menunjukkan bahwa kedekatan tidak selalu lahir dari kesamaan, tetapi dari keberanian untuk memahami perbedaan. Sun Han Gyul mendekati Choi Se Jin bukan untuk menaklukkannya, melainkan untuk berjalan sejajar dengannya sebagai manusia yang sama-sama terluka oleh ekspektasi. Dinamika ini membuat Spring Fever terasa lebih dalam, karena memperlihatkan bahwa relasi remaja bisa menjadi ruang penyembuhan, bukan sekadar arena kompetisi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team