Byeon Woo Seok di Perfect Crown (dok. MBC/Perfect Crown)
Kontroversi Perfect Crown bermula dari adegan penobatan Pangeran Ian di episode 11. Detail yang ditunjukkan dinilai terlalu mirip dengan sistem tributary pada era Joseon. Pada saat itu, Korea masih menjadi "negara bawahan" China.
Pangeran Ian tampak mengenakan mahkota tradisional bernama Guryumyeongwan. Dilansir allkpop, mahkota tersebut ditandai dengan sembilan untaian manik di bagian depan dan belakang, mirip seperti yang dikenakan raja Joseon saat di bawah kekuasaan China. Seharusnya, ia mengenakan Sipyiryumyeongwan, yaitu mahkota serupa dengan 12 untaian manik.
Detail lain yang turut disorot adalah ucapan para anggota parlemen ketika Pangeran Ian menjadi raja. Alih-alih menyerukan "Manse", mereka justru menggunakan kata "Cheonse". Kedua ungkapan tersebut punya arti dan penggunaan yang berbeda di zaman Joseon. Cheonse yang berarti 'semoga kerajaan berjaya 1.000 tahun digunakan kepada raja Joseon.' Sementara itu, Manse yang memiliki arti 'semoga kerajaan berjaya 10.000 tahun' dipakai untuk kaisar China.
Detail-detail ini membuat penonton, khususnya KNetz, merasa drama tersebut menggambarkan Korea sebagai kerajaan bawahan China. Isu ini cukup sensitif di Korea Selatan.