Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
3 Karakter Villain di Drakor If Wishes Could Kill, Bikin Emosi!
Kang Mina di If Wishes Could Kill (dok. Netflix/If Wishes Could Kill)
  • Drakor If Wishes Could Kill menggabungkan genre horor, eksorsisme, dan kisah remaja dengan fokus pada aplikasi Girigo yang bisa mewujudkan permohonan dengan bayaran nyawa.
  • Kwon Si Won digambarkan sebagai siswi cerdas namun manipulatif yang menyebarkan kutukan lewat aplikasi buatannya sendiri dan memfitnah teman dekatnya, Do Hye Ryung.
  • Lim Na Ri dan Han Gi Tae menunjukkan sisi toksik masing-masing; Na Ri memakai Girigo untuk membunuh, sementara Gi Tae menutupi kesalahan dan mempermalukan Do Hye Ryung di depan umum.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Drakor If Wishes Could Kill langsung menyita perhatian berkat jalinan cerita yang memadukan genre horor, eksorsisme, dan youth mengenai konflik khas siswa SMA. Cerita drakor ini sendiri membahas aplikasi Girigo yang bisa mewujudkan permohonan, tapi harus dibayar dengan nyawa.

Meski kutukan Girigo menyeramkan, sosok jahat dalam drakor ini bukanlah aplikasi ini. Beberapa tokoh di If Wishes Could Kill merupakan villain yang tega menyakiti atau bahkan mengharapkan kematian orang lain dengan memanfaatkan aplikasi Girigo. Berikut tiga si antaranya.

1. Kwon Si Won

Choi Joo Eun di If Wishes Could Kill (dok. Netflix/If Wishes Could Kill)

Kwon Si Won (Choi Joo Eun) memiliki image sebagai siswi yang cerdas dan jadi andalan di klub coding. Namun, ia menyimpan rahasia dan mati-matian menutupi identitas aslinya sebagai putri dukun. Ia membiarkan rumor menyebar bahwa yang punya ibu dukun adalah Do Hye Ryung (Kim Si A).

Ia juga bermuka dua dan hipokrit. Di luar sekolah, ia berteman dengan Do Hye Ryung. Namun, tidak mau terlihat dekat dengan Do Hye Ryung saat sekolah. Selain itu, ia bersikeras kabur dan tidur di luar rumah. Meski begitu, ia sering diam-diam pulang untuk mengambil uang.

Semua tragedi berkaitan dengan aplikasi Girigo juga terjadi karena dirinya. Karena dengan gegabah dan angkuh merusak kuil di rumahnya, ia membuat ibunya terbunuh. Ia juga memfitnah dan merundung Do Hye Ryung. Namun, ia malah playing victim dan tak menyadari kesalahannya hingga akhir. Ia justru menyebarkan kutukan di aplikasi buatannya itu agar lebih banyak orang yang tewas.

2. Lim Na Ri

Kang Mina di If Wishes Could Kill (x.com/NetflixKR)

Lim Na Ri (Kang Mina) merupakan siswi populer di sekolah. Namun, ini membuatnya jadi toksik dan red flag. Meski masih di bawah umur, ia pergi ke kelab malam dan minum alkohol. Saat mabuk, ia membuat harapan di aplikasi Girigo untuk membunuh dua orang, termasuk teman baiknya sejak SMP.

Ia menutupi fakta dirinya memakai aplikasi ini dari teman-temannya. Selain itu, ia menyalahkan orang lain atas kejaran kutukan Girigo daripada introspeksi atas kesalahannya. Bahkan setelah pengaruh roh jahat hilang, ia tetap berbuat nekat. Ia merusak gelang pelindung Yoo Se Ah (Jeon So Young) dan membuat sahabatnya itu dalam bahaya.

3. Han Gi Tae

Park Soo Oh di If Wishes Could Kill (dok. Netflix/If Wishes Could Kill)

Han Gi Tae (Park So Oh) awalnya tampak seperti cowok baik dan green flag. Visualnya membuat Do Hye Rung jatuh hati. Ia juga mudah tersenyum dan tampak ramah. Namun, ternyata ia orang yang ringan tangan, tak bertanggung jawab, dan suka bergosip.

Ia cuma titip nama dan tak melakukan apa pun di klub coding untuk ikut kompetisi. Bukan hanya itu, demi namanya tidak dicoret, ia menurupi permintaan Kwon Si Won. Ia menolak cinta Do Hye Rung, mempermalukan, menolak, dan bahkan sampai menampar gadis itu di depan teman sekelas.

Ketiga karakter di atas meripakan villain dalam cerita If Wishes Could Kill. Mereka toksik dan red flag. Akibat ulah mereka, konflik jadi semakin meruncing sehingga menyebabkan banyak korban tak bersalah. Di antara mereka, kamu paling emosi kepada siapa??

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team