Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Cha Eun Woo
Cha Eun Woo (instagram.com/eunwo.o_c)

Cha Eun Woo, saat ini tengah menjadi sorotan. Ia sedang menghadapi tuduhan menghindari pajak hingga 20 miliar won Korea atau sekitar Rp205,5 miliar. Menurut Badan Pajak Nasional Korea, Cha Eun Woo dituduh menghindari kewajiban pajak sebagian penghasilannya, dengan cara mengalihkan pendapatan tersebut ke dalam skema pajak perusahaan lewat agensi yang dikelola keluarganya.

Pada Sabtu (24/1/2026), media Dispatch merilis laporan mereka tentang kronologi perjalanan Cha Eun Woo dan keluarga dalam dugaan mendirikan dan mengelola perusahaan-perusahaan cangkang itu. Dispatch juga menyoroti lokasi perusahaan yang berpindah-pindah hingga perubahan status.

1. Awal pendirian Cha's Gallery, perusahaan yang dikelola keluarga Cha Eun Woo

Dugaan penghindaran pajak Cha Eun Woo (dok. Dispatch)

Menurut laporan Dispatch, Cha Eun Woo mendirikan perusahaan tunggal bernama Cha's Gallery pada 2019. Ia mendaftarkan bidang usaha yang dijalankan oleh perusahaan ini cukup luas, yakni mencakup produksi album, penjualan album, manajemen artis, perencana acara, perencana iklan, perencanaan dan produksi pertunjukan langsung, distribusi kosmetik, dan lain-lain. CEO dari perusahaan ini adalah Cha Eun Woo sendiri, sementara di direktur internal ada ibunya, serta manajer keuangannya adalah sang ayah.

Cha's Gallery tercatat beberapa kali pindah alamat perusahaan. Pertama kali didirikan di Dongan-gu, Anyang-si, Cha's Gallery kemudian pindah ke Tongjin-eup, Gimpo-si pada 2020. Kemudian dua tahun berselang, perusahaan ini kembali pindah ke Bureun-myeon, Ganghwa-gun, Ganghwa-do. Uniknya lagi, Dispatch menunjukkan beberapa foto bangunan yang diduga pernah jadi kantor perusahaan buatan keluarga Cha Eun Woo dan ada yang bentuknya berupa gudang kosong yang kumuh.

2. Perubahan struktur perusahaan dan dugaan skema pajak

Dugaan penghindaran pajak Cha Eun Woo (dok. Dispatch)

Setelah diangkat sebagai CEO Cha's Gallery pada 2020, ibu Cha Eun Woo mendirikan perusahaan berbadan hukum perseroan terbatas bernama LNC pada 2022. Perusahaan ini bergerak di bidang manajemen dan bisnis yang berkaitan dengan industri hiburan. Lalu pada 2024, LNC melakukan rebranding dengan berganti nama menjadi The Annie. Status perusahaannya pun berubah menjadi perseroan terbatas.

Perubahan dari perusahaan privat menjadi perseroan terbatas, membuat The Annie tidak memiliki kewajiban hukum untuk mempublikasikan laporan keuangannya serta informasi perusahaan lainnya, termasuk para petinggi yang diisi oleh ibu, ayah, dan saudara laki-laki Cha Eun Woo. Hal ini yang kemudian memicu dugaan bahwa struktur perusahaan tersebut digunakan untuk mengurangi beban pajak pribadi sang artis. Sebab, sebagian uang hasil aktivitas Cha Eun Woo dilaporkan sebagai penghasilan perusahaan dengan pajak yang lebih ringan.

3. Momentum perubahan status perusahaan saat Fantagio bangkrut

Cha Eun Woo (instagram.com/eunwo.o_c)

Salah satu kecurigaan muncul setelah Cha Eun Woo mendirikan Cha's Gallery bertepatan dengan pemegang saham terbesar Fantagio, mengalami kebangkrutan akibat berbagai skandal. Cha Eun Woo tetap memperpanjang kontraknya dengan Fantagio pada 2022, bertepatan dengan masuknya investor besar dari Nam Goong Gyeon. Pembaruan kontrak ini disebut sebagai salah satu yang terbesar dalam sejarah KPop. Di periode ini juga perusahaan yang dikelola keluarga Cha Eun Woo kemudian berubah status sebagai perseroan terbatas.

Hingga kini, Cha Eun Woo masih belum resmi didakwa atas kasus ini. Namun, Badan Pajak Korea Selatan menilai cara ini bisa jadi akal-akalan Cha Eun Woo untuk menghindari beban pajak pribadi, dan ia dianggap masih punya utang pajak dengan nominal yang besar.

Editorial Team