Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
potret Cha Eun Woo
potret Cha Eun Woo (instagram.com/eunwo.o_c)

Intinya sih...

  • Menurut laporan, Fantagio menerima tagihan pajak tambahan sekitar 8,20 miliar won atau sekitar Rp96 miliar dari Kantor Pajak Regional Seoul. Perusahaan harus membayar kembali obligasi senilai 13 miliar won atau sekitar Rp152 miliar.

  • Pakar industri hiburan Korea menunjukkan bahwa Fantagio menjadi terlalu bergantung pada Intellectual Property (IP) yang terbatas. Dengan wajib militer Cha Eun Woo bulan lalu, sumber keuangan utama agensi kini telah hilang.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Pada 28 Juli 2025 lalu, Cha Eun Woo resmi memulai wajib militer dengan bergabung menjadi anggota band militer. Sebelumnya, aktor sekaligus member ASTRO ini sempat menggelar fan meeting untuk berpamitan kepada penggemar.

Tetapi penggemar bukan satu-satunya yang merasa kesulitan selama Cha Eun Woo wajib militer. Chosun Biz melaporkan bahwa Fantagio, yang merupakan agensi Cha Eun Woo juga tengah mengalami krisis keuangan. Berikut informasi selengkapnya.

1. Fantagio alami krisis keuangan pasca Cha Eun Woo wamil

potret Cha Eun Woo (instagram.com/eunwo.o_c)

Menurut laporan, Fantagio menerima tagihan pajak tambahan sekitar 8,20 miliar won atau sekitar Rp96 miliar dari Kantor Pajak Regional Seoul, yang mewakili 14,12 persen dari modal ekuitas Fantagio. Penilaian ini dikatakan mencakup pajak perusahaan dan kewajiban terkait dari 2020 hingga 2024, dengan batas waktu 31 Oktober 2025.

Kemudian, pada November 2025, Fantagio menghadapi masalah yang lebih besar lagi. Perusahaan harus membayar kembali obligasi senilai 13 miliar won atau sekitar Rp152 miliar, seiring dengan jatuh temponya obligasi putaran ke-7. 

Chosun Biz menunjukkan bahwa, karena harga saham Fantagio telah turun drastis, investor kemungkinan besar tidak akan mengonversi obligasi tersebut menjadi saham, yang berarti Fantagio harus membayar kembali uang tersebut secara tunai ditambah suku bunga tinggi sebesar 7 persen.

Sementara itu, Fantagio melaporkan hanya memiliki kas yang setara 11 miliar won atau sekitar Rp128 miliar per Maret 2025. Namun, pada Oktober dan November 2025 saja, perusahaan membutuhkan kisaran Rp21 miliar won atau Rp246 miliar.

2. Cha Eun Woo diduga jadi sumber keuangan utama Fantagio

potret Cha Eun Woo (instagram.com/eunwo.o_c)

Pakar industri hiburan Korea menunjukkan bahwa Fantagio menjadi terlalu bergantung pada Intellectual Property (IP) yang terbatas dan nyaris tidak mampu mempertahankan bisnisnya melalui suntikan dana dari afiliasi.

Menurut laporan sekuritas Fantagio, pada kuartal ketiga 2023 (Juli–September), satu artis menyumbang lebih dari separuh total pendapatan, yang diyakini banyak orang adalah Cha Eun Woo. Dengan wajib militernya bulan lalu, sumber keuangan utama agensi kini telah hilang, sehingga penurunan pendapatan hampir tak terelakan.

3. Fantagio tanggapi soal laporan krisis keuangan yang dialami

potret Cha Eun Woo (instagram.com/eunwo.o_c)

Selain itu, Fantagio gagal mewujudkan bisnis KDrama sebagai strategi pertumbuhan setelah Cha Eun Woo rehat untuk wajib militer. Chosun Biz mencatat bahwa agensi telah merilis laporan keuangan awal pada 22 Agustus dengan pendapatan mencapai 38,1 miliar won atau Rp442 miliar, turun 42 persen dari tahun fiskal sebelumnya.

Dengan kerugian operasional sebesar 2,80 miliar won atau Rp32 miliar dan kerugian bersih sekitar 900 juta won atau sekitar Rp10 miliar. Ini menandai tahun ketiga berturut-turut Fantagio mengalami kerugian operasional.

Menanggapi Chosun Biz, Fantagio membantah dengan mengatakan masalah ini bukan krisis likuiditas atau kondisi finansial saat perusahaan tidak memiliki cukup uang tunai atau aset yang mudah dicairkan untuk memenuhi kewajiban keuangan mendesak secara tepat waktu.

"Kami sedang meninjau ketetapan pajak tersebut dengan penasihat hukum dan mempertimbangkan kemungkinan banding. Diskusi juga sedang berlangsung mengenai beban pajak tambahan dan pembayaran kembali utang bank. Kami memiliki aset keuangan jangka pendek yang dapat dilikuidasi, jadi ini bukan krisis likuiditas," tegas Fantagio.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team