potret Cha Eun Woo (instagram.com/eunwo.o_c)
Menurut laporan, Fantagio menerima tagihan pajak tambahan sekitar 8,20 miliar won atau sekitar Rp96 miliar dari Kantor Pajak Regional Seoul, yang mewakili 14,12 persen dari modal ekuitas Fantagio. Penilaian ini dikatakan mencakup pajak perusahaan dan kewajiban terkait dari 2020 hingga 2024, dengan batas waktu 31 Oktober 2025.
Kemudian, pada November 2025, Fantagio menghadapi masalah yang lebih besar lagi. Perusahaan harus membayar kembali obligasi senilai 13 miliar won atau sekitar Rp152 miliar, seiring dengan jatuh temponya obligasi putaran ke-7.
Chosun Biz menunjukkan bahwa, karena harga saham Fantagio telah turun drastis, investor kemungkinan besar tidak akan mengonversi obligasi tersebut menjadi saham, yang berarti Fantagio harus membayar kembali uang tersebut secara tunai ditambah suku bunga tinggi sebesar 7 persen.
Sementara itu, Fantagio melaporkan hanya memiliki kas yang setara 11 miliar won atau sekitar Rp128 miliar per Maret 2025. Namun, pada Oktober dan November 2025 saja, perusahaan membutuhkan kisaran Rp21 miliar won atau Rp246 miliar.