tangkapan layar saat penonton bertanya tiket konse Be the Sun ke calo (twitter.com)
Isu percaloan pun turut mewarnai masalah tiket konser SEVENTEEN di Jakarta. Penonton yang tidak mendapat tiket pun mencoba untuk membelinya via calo. Namun, harga yang ditawarkan para calo pun berkali-kali lipat lebih mahal dari harga yang ditawarkan pihak promotor.
Hal ini pun akhirnya menggelitik penonton untuk melayangkan protes kepada Mecima. Apalagi mengingat tiket hari kedua sempat re-stock. Salah satu akun Twitter pun membagikan video yang ia ambil ketika menanyai orang diduga calo di venue konser SEVENTEEN.
Dalam video tersebut, terduga calo mengatakan jika ia mendapatkan tiket dari pihak panitia. Ia juga mengaku jika hanya mendapat pembagian dari hasil tiket harga tinggi yang berhasil ia jual ke penonton.
Ditanya mengenai apakah ada kerja sama antara Mecimapro dan para calo di venue konser, pihak promotor pun menyangkal hal itu, "Mungkin bisa ditanya siapa nama calonya dan tanya kenalan calo itu siapa? Karena orang-orang kita (Mecimapro) namanya semua ada. Jangan cuma sebut panitia atau Mecima aja," ujar pihak Mecima.
Mecimapro juga menduga jika para calo tersebut menyebut nama Mecima hanya untuk meyakinkan para penonton agar membeli tiket darinya. Sebab, pihak Mecima menjamin tidak ada kerja sama antara pihaknya dengan calo.
"Dia (calo) pasti mau meyakinkan orang yang mau beli, makanya dia sebut nama kita (Mecima). Saya bisa jamin 100 persen, kalau memang ada (bukti kerja sama Mecima dan calo) silahkan tuntut untuk diproses hukum. Kita gak pernah ada kerja sama dengan calo," lanjut pihak perwakilan dari Mecima kepada IDN Times.