Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
SM Buka Suara soal Postingan Siwon yang Dianggap Terkait Yoon Suk Yeol
Potret Choi Siwon (dok. instagram.com/siwonchoi)
  • SM Entertainment menegaskan telah melaporkan sejumlah unggahan jahat terhadap Siwon ke pihak berwenang dan akan mengambil langkah hukum tegas untuk melindungi artisnya dari serangan daring.
  • Kontroversi bermula dari unggahan Siwon berisi frasa Mandarin yang dianggap menyindir vonis mantan Presiden Yoon Suk Yeol, memicu perdebatan politik di kalangan netizen Korea Selatan.
  • Siwon belum memberikan klarifikasi atas unggahannya, sementara komentar negatif terus berdatangan; ini bukan pertama kalinya ia menuai kritik karena aktivitas media sosialnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Choi Siwon kembali jadi bahan perbincangan hangat di komunitas KPop. Anggota Super Junior itu disorot usai unggahan terbarunya di media sosial dinilai memiliki implikasi politik oleh sebagian netizen Korea Selatan.

Kali ini, unggahannya dianggap menyindir vonis terhadap mantan Presiden Yoon Suk Yeol. Di tengah polemik tersebut, agensinya, SM Entertainment, angkat bicara dan mengambil langkah hukum.

1. SM ambil tindakan hukum untuk hate comment terhadap Siwon

SM Entertainment (dok. x.com/SMTOWNGLOBAL)

SM Entertainment selaku manajemen yang menaungi Siwon langsung pasang badan. Melalui pusat pelaporan daring mereka, "Gwangya 119," agensi mengonfirmasi telah menemukan sejumlah unggahan jahat yang menyerang Siwon, termasuk pencemaran nama baik dan penghinaan pribadi.

"Kami telah mengajukan pengaduan pidana kepada pihak berwenang melalui Firma Hukum Sejong terkait tindakan kriminal yang telah dikonfirmasi," ungkap laporan tersebut, seperti dilansir Chosun (22/2/2026).

Mereka juga menegaskan, bukti-bukti terus dikumpulkan terkait penyebaran informasi palsu dan konten yang menghina artisnya di komunitas online maupun media sosial.

"Setelah meninjau postingan tersebut, kami berencana untuk memperluas tindakan hukum secara bertahap," tulis SM.

Agensi juga menekankan akan mengambil langkah hukum perdata dan pidana tanpa kompromi demi melindungi hak serta kondisi mental artis mereka. SM mendesak netizen untuk lebih berhati-hati agar tidak terjerat hukum.

"Kami akan mengambil tindakan hukum perdata dan pidana yang tegas tanpa kelonggaran atau kompromi untuk mengatasi tindakan ilegal yang menyebabkan kerugian mental yang signifikan bagi artis kami dan melindungi hak-hak mereka," lanjutnya.

2. Bermula dari unggahan Siwon dengan bahasa Mandarin

Kontroversi ini bermula pada 19 Februari lalu ketika Siwon mengunggah frasa Mandarin "불의필망, 토붕와해 (不義必亡, 土崩瓦解)" di media sosialnya. Secara harfiah, "불의필망" berarti "ketidakadilan pasti akan binasa," sementara "토붕와해" menggambarkan kehancuran total, seperti tanah yang runtuh dan genteng yang pecah. Kurang lebih artinya "ketidakadilan pasti binasa, luruh seperti tanah longsor dan genteng yang berjatuhan."

Unggahan tersebut muncul pada hari yang sama dengan vonis penjara seumur hidup terhadap Yoon Suk Yeol atas kasus pemberontakan terkait hukum darurat militer 3 Desember 2024.

Kebetulan, hal inilah yang memicu spekulasi. Sebagian netizen menilai unggahan itu sebagai sindiran terhadap putusan pengadilan. Tak sedikit pula yang menuding Siwon menunjukkan sikap politik tertentu. Akibatnya, ia menjadi sasaran kritik tajam dan hujatan di berbagai platform online.

3. Tak sekali Siwon dirujak netizen karena unggahannya

Potret Choi Siwon bersama Ma Dong Seok (dok. instagram.com/siwonchoi)

Hingga berita ini ditulis, Siwon belum memberikan klarifikasi lanjutan terkait maksud unggahan tersebut. Namun komentar pedas sudah terlanjur membanjiri akun media sosialnya.

Ini bukan kali pertama Siwon terseret kontroversi akibat unggahan pribadi. Tahun lalu, ia sempat mengunggah penghormatan kepada mendiang Charlie Kirk, aktivis konservatif AS yang dikenal dekat dengan Presiden Donald Trump. Saat itu, ia menjelaskan bahwa unggahannya dilandasi empati sebagai seorang kepala keluarga dan penganut Kristen, terlepas dari kecenderungan politik sosok tersebut.

Editorial Team