Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
7 Idol KPop Cewek yang Pernah Takut Melihat Kamera, Kok Bisa?
IU dan Yeri Red Velvet (instagram.com/dlwlrma | instagram.com/yerimiese)

Ketakutan terhadap kamera membuat idol KPop sulit beradaptasi dalam berbagai kegiatannya. Mereka jadi merasa tidak nyaman, karena tak terbiasa dengan kehadiran kamera yang mengelilinginya. Padahal, mereka perlu terlihat percaya diri sebagai bagian dari pekerjaannya. 

Idol KPop berikut ini pernah merasa takut dengan keberadaan kamera hingga berusaha mencari tahu penyebabnya. Kemudian, mereka berusaha mengatasinya dengan berbagai langkah. Yuk, simak!

1. Yeri Red Velvet sering bikin orang lain salah paham karena ekspresi wajahnya yang terkesan tak ramah, padahal ia hanya pemalu. Ini bikin ia takut pada kamera

Yeri Red Velvet (instagram.com/yerimiese)

2. Taeyeon SNSD sering merasa gugup, ketakutan, dan lupa apa yang hendak ia katakan saat berhadapan dengan kamera. Ia tak tahu apa alasannya

Taeyeon SNSD (instagram.com/taeyeon_ss)

3. Soyou eks SISTAR takut berekspresi aneh dan dikritik publik, sehingga fobia kamera. Ia mengatasi dengan menerima diri apa adanya dan dibantu Hyolyn untuk lebih percaya diri

Soyou (instagram.com/soooo_you)

4. Jeon Somi pernah sampai gemetar ketakutan saat melihat kamera karena tertekan. Ia merasa perhatian banyak orang jadi tertuju padanya

Somi (instagram.com/somsomi0309)

5. Yuri SNSD tak menyukai suara bidikan kamera. Ada kalanya, ia merasa jadi fobia akibat kesusahan karena keberadaan kamera di sekitarnya

Yuri SNSD (instagram.com/kwonyuri_official)

6. Yoona SNSD pernah dituduh mem-bully rekan grupnya, Tiffany. Hal itu bikin ia takut pada kamera dan khawatir setiap kali ada orang merekamnya

Yoona SNSD (instagram.com/yoona__lim)

7. IU takut akan acara TV dan kamera di usia 22 tahun. Ia sulit menyanyi sampai berkeringat karena perhatian publik, hingga mengatasi dengan menciptakan lagu sendiri

IU (instagram.com/dlwlrma)

Kamera menjadi salah satu hal yang membuat idol KPop di atas ketakutan. Mereka tidak membiarkan rasa takut itu menguasai, sehingga tetap berusaha menunjukkan pose atau penampilan terbaiknya di depan kamera. Apalagi, perhatian publik dan media memang selalu tertuju pada mereka.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team