Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Agensi VVUP Dituntut Staf Atas Gaji Rp11 Miliar yang Nunggak
potret VVUP (x.com/vvup_official)
  • EgoENT, agensi VVUP, digugat staf karena menunggak gaji sekitar Rp11 miliar kepada produser, koreografer, dan penata gaya yang terlibat dalam produksi album serta video musik grup tersebut.
  • Para staf mengklaim EgoENT gagal memenuhi perjanjian pembayaran dan menemukan rekening bank agensi hampir kosong saat mencoba menyita aset untuk memulihkan tunggakan gaji mereka.
  • CEO EgoENT, Mr. Kim, menyatakan pihaknya telah berupaya bernegosiasi namun ditolak dan kini tengah menempuh jalur hukum untuk menyelesaikan masalah pembayaran yang tertunda.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kabar kurang menyenangkan datang dari "rumah" bagi VVUP. Agensi yang menaungi Kim dan kawan-kawan, EgoENT tengah menghadapi serangkaian tuntutan hukum dari staf mereka.

Berdasarkan klaim produser video musik hingga koreografer, EgoENT dikatakan tidak membayar gaji mereka yang bernilai fantastis. Lalu, bagimana dengan kelanjutan aktivitas VVUP, ya?

1. Agensi VVUP dituntut staf atas gaji senilai Rp11 miliar yang nunggak

potret VVUP (x.com/vvup_official)

EgoENT terlibat dalam serangkaian tuntutan hukum setelah diduga gagal membayar total 1 miliar won atau sekitar Rp11 miliar kepada staf yang bekerja dalam produksi album maupun video musik VVUP. Produser, koreografer, hingga penata gaya pun dilaporkan telah melayangkan tuntutan hukum terhadap EgoENT dan sang CEO, yang diidentifikasi sebagai Mr. Kim.

Dilansir Allkpop, koreografer "D" mengaku tidak dibayar setelah membuat koreografi untuk lagu "House Party" dan "Super Model" milik VVUP. Selain itu, "D" mengklaim agensi juga akhirnya berhenti menjawab panggilan telepon mengenai tunggakan gaji. "D" juga mengatakan, saat melihat EgoENT menghadiri upacara penghargaan di Jepang dan memenangkan penghargaan di tengah-tengah kejadian ini, kemarahannya menjadi tidak terbendung.

Sementara, produser "E" mengungkapkan setelah mengarahkan video musik "Super Model" VVUP dan secara pribadi menanggung biaya produksi lokal untuk video yang akan difilmkan di luar negeri, ia masih belum menerima pembayaran sebesar 250 juta won atau hampir Rp3 miliar. Penata gaya "B" juga menggugat EgoENT atas total 177 juta won atau sekitar Rp2 miliar gaji yang ditunggak, termasuk pembayaran yang terlewat untuk pembelian pakaian dan tagihan laundry.

2. Staf yang menggugat klaim rekening bank EgoENT hampir kosong

potret VVUP (x.com/vvup_official)

Menurut staf, EgoENT gagal melakukan pembayaran bahkan setelah menandatangani perjanjian tertulis pada 29 Desember 2025. Isinya menyatakan agensi akan membayar tunggakan gaji sebesar 336 juta atau Rp3,9 miliar paling lambat 1 Januari 2026. Namun, EgoENT tidak pernah memenuhi kesepakatan tersebut.

Para penggugat yang merupakan staf juga berusaha untuk melakukan penyitaan sementara yang secara hukum akan membekukan rekening bank EgoENT dalam upaya untuk memulihkan sebagian dari pembayaran yang terlewat. Namun, ternyata rekening bank agensi yang menaungi VVUP tersebut "hampir kosong."

3. CEO EgoENT ungkap sempat ajak staf bernegosisiasi tetapi ditolak

potret VVUP (x.com/vvup_official)

Mr. Kim, CEO EgoENT pun buka suara. Ia mengklaim agensi telah mencoba bertemu dengan para penggugat untuk bernegosiasi dan menyelesaikan masalah pembayaran yang terlewat. Namun, mereka hanya menerima tanggapan yang menginstruksikan untuk berkomunikasi secara eksklusif melalui jalur hukum.

"Saat ini kami sedang dalam proses menyelesaikan masalah ini melalui negosiasi hukum," tutur CEO EgoENT.

Karena masalah EgoENT, penggemar pun baru-baru ini mulai mengkhawatirkan masa depan dari VVUP. Apalagi, Kim dan kawan-kawan terakhir melakukan comeback pada November 2025 dengan merilis mini album pertama bertajuk VVON. Namun, setelah itu, belum ada aktivitas terbaru VVUP.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Topics

Editorial Team

Related Article