Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
CORTIS Klarifikasi soal Lirik TNT yang Diprotes KNetz, Bagian Mana?
potret CORTIS (instagram.com/cortis)

Lagu utama di comeback terbaru CORTIS, "TNT", menjadi sorotan publik sejak dirilis pada Senin (4/5/2026). Selain menuai respons positif, sejumlah KNetz mempertanyakan sejumlah penggalan lirik di dalamnya.

Salah satu yang menjadi sorotan adalah lirik yang menyatakan tentang "menyalakan api dengan CO2". Lirik "TNT" tersebut memicu kritik karena netizen merasa hal itu tidak masuk akal. Menanggapi hal tersebut, para member akhirnya memberikan klarifikasi. Seperti apa respons CORTIS?

1. Ada penggalan lirik TNT yang diprotes KNetz karena dianggap tidak masuk akal, yang mana?

potret CORTIS (instagram.com/cortis)

Kontroversi mengenai lagu "TNT" dimulai dari unggahan KNetz yang mempertanyakan penggalan liriknya. Tepatnya di bagian yang dinyanyikan Seonghyeon dan James berikut ini:

"Pop out, CO2e bureul kyeo, when I pop out"

Secara harfiah, lirik tersebut memiliki arti seperti berikut:

"Munculkan, nyalakan api dengan CO2, saat aku muncul"

Lirik ini langsung memicu perdebatan di kalangan netizen. Pasalnya, secara ilmiah, mereka merasa bahwa CO2 atau karbon dioksida tidak bisa membuat api menyala. Justru zat ini bisa memadamkan api. Perdebatan ini kemudian viral dan ramai dibahas di forum online Korea.

2. Para member CORTIS kemudian buka suara mengenai makna lirik tersebut

klarifikasi CORTIS soal lirik TNT (x.com/eomcoertis)

Para member CORTIS kemudian mendiskusikan penggalan lirik tersebut secara online bersama para penggemar. Martin menjelaskan bahwa maknanya tidak diartikan secara langsung. Berikut ini penjelasannya:

Martin: "Kontroversi CO2: Kami mencoba mengatakan tentang CO2 dan menyalakan api secara terpisah, bukannya menyalakan api menggunakan CO2. Aku yang menulisnya. Sebenarnya tidak masalah apa maknanya, yang penting adalah bagaimana kita bisa mendengarkannya. Kalau lirik itu bagus, itulah yang terpenting."

Juhoon: "Special effect di panggung juga dinamakan CO2."

Martin: "Aku memperhatikan kelas sains dengan baik, jadi aku tahu hal seperti itu kok!"

Dari penjelasannya, menurut Martin, ia menuliskan lirik tersebut dengan makna yang terpisah. Bukannya bermaksud benar-benar menyalakan api menggunakan zat CO2. Selain itu, lirik tersebut juga tidak bermakna secara literal.

Sementara itu, Juhoon turut menambahkan bahwa mereka juga merujuk pada “CO2” sebagai efek spesial panggung yang sering digunakan saat perform dan konser. Penjelasan itu pun membuat banyak penggemar mulai memahami konteks lirik yang diperdebatkan.

3. Di sisi lain, CORTIS cetak banyak prestasi dengan mini album GREENGREEN

MV TNT - CORTIS (youtube.com/HYBE Labels)

Terlepas dari hal itu, mini album CORTIS, GREENGREEN meraih banyak prestasi sejak perilisannya. Mereka mencatatkan rekor penjualan di Hanteo Chart dan sejumlah tangga lagu lain.

Dilansir allkpop, GREENGREEN berhasil terjual lebih dari 2 juta kopi hanya dalam 4 hari sejak dirilis. Angka ini jauh lebih cepat dibanding mini album mereka sebelumnya, Color Outside the Lines, yang membutuhkan waktu sekitar enam bulan untuk mencapai penjualan 2 juta kopi.

Tak hanya dari sisi penjualan album, performa streaming CORTIS di Spotify juga mencuri perhatian. Per Jumat (8/5/2026), mini album GREENGREEN tercatat telah meraih 19,5 juta stream. Pencapaian tersebut membuatnya menjadi rilisan grup generasi kelima dengan jumlah streaming pekan pertama tertinggi sejauh ini.

Meski lirik “TNT” sempat memicu perdebatan, banyak penggemar meyakini bahwa lirik lagu tidak selalu bisa dimaknai secara harfiah. Ada proses kreatif dan konsep tertentu di balik penulisannya, sehingga maknanya pun dapat ditafsirkan dari berbagai perspektif.

Editorial Team