Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
11 Grup KPop yang Diduga Fans Dapat Perlakuan Buruk dari Agensi
THE BOYZ (twitter.com/IST_THEBOYZ) | Red Velvet (twitter.com/RVsmtown)

Agensi hiburan Korea biasanya menaungi lebih dari satu idola KPop. Meski kerap menggaungkan nuansa kekeluargaan, sejumlah fans menganggap ada saja grup yang terasa dianaktirikan. 

Penggemar sering terlihat mengajukan protes, karena agensi tidak memperlakukan idol maupun grup KPop kesayangan mereka dengan baik. Contohnya saja pada 11 grup KPop berikut ini.

1. EXO

EXO (post.naver.com/SMTOWN)

EXO kerap dianggap mendapat perlakuan buruk dari SM Entertainment. Salah satu "bukti" barunya adalah saat berlangsungnya SMTOWN 2022 : SMCU Express beberapa waktu lalu. Para member EXO yang hadir hanya diberikan solo stage. Meski datang dalam formasi lengkap, tapi tidak ada penampilan grup tersebut.

Satu lagi yang juga tak luput dari perhatian penggemar adalah absennya Sehun dalam "konser keluarga" tersebut. Akun Twitter @milkteus menulis bahwa proses syuting drama terbaru Sehun sudah selesai dan konser pun diadakan di Korea Selatan. Jadi, seharusnya Sehun juga bisa tampil dalam acara tersebut.

2. Red Velvet

Red Velvet (post.naver.com/SMTOWN)

Tagar Red Velvet tak diberi perlakuan yang baik oleh SM Entertainment pun sempat nangkring di trending Twitter. Fans dibuat geram, karena konser Red Velvet yang sempat ditunda, kembali tak menunjukkan hilalnya.

Hal itu bermula saat konser NCT Dream, THE DREAM SHOW2-IN A DREAM, yang semula dibatalkan langsung diumumkan tanggal reschedule-nya. Namun, SM Entertainment tak memberi kepastian reschedule untuk konser Red Velvet yang bertajuk 2022 The ReVe Festival: Prologue. Kala itu konser Red Velvet ditunda ketika hampir semua member-nya, kecuali Wendy dan Seulgi, positif COVID-19. Alhasil, tiket yang sudah dibeli calon penonton pun harus di-refund.

3. GOT7

GOT7 (twitter.com/GOT7)

Kepergian GOT7 dari JYP Entertainment ditengarai fans sebagai angin segar bagi para member. Sebab, mereka menuduh JYPE tidak mempromosikan GOT7 dengan baik.

Salah satu contohnya adalah ketika GOT7 comeback lewat mini album bertajuk DYE. Kalau itu, GOT7 terhitung melakukan promosi hanya 1 minggu. Padahal, standarnya idol KPop yang melakukan comeback biasa melakukan promosi setidaknya 2 minggu.

4. ITZY

ITZY (post.naver.com/JYPnation)

Lagi-lagi dari JYPE. ITZY juga dianggap tak mendapat perlakuan baik dari agensi yang didirikan oleh Park Jin Young ini. Meski kerap tampil dalam grup, tapi member ITZY hampir tak memiliki jadwal individu.

Selain itu, fans menuduh ada diskriminasi juga yang dilakukan oleh JYPE terhadap dua member ITZY, yakni Yuna dan Chaeryeong. Fans memerhatikan jika Yuna selalu diberi pakaian yang terbuka, seperti crop top dan short pants. Namun, stylist tak pernah memberi Yuna dalaman lain agar bagian tubuhnya tak terlalu terekspos saat di atas panggung.

5. NU'EST

NU'EST (twitter.com/NUESTNEWS)

Bubarnya NU'EST bagaikan mimpi buruk yang sudah bisa ditebak lama oleh fans. Meski tak ingin hal itu jadi kenyataan, tampaknya nasib buruk kembali menimpa grup yang digawangi JR, Aron, Baekho, Minhyun, dan Ren ini.

NU'EST adalah boy group pertama yang didebutkan oleh Pledis Entertainment pada 2012 lalu. Meski debut mereka cukup sukses, tapi Pledis Entertainment dianggap tak mempromosikan grup tersebut dengan baik. Hal ini dibuktikan dari kurangnya penampilan NU'EST di acara musik hingga promosi lagu terbaru di acara TV.

6. PRISTIN

PRISTIN (twitter.com/kpopers_family)

Satu lagi grup debutan Pledis Entertainment yang dituduh mendapatkan mistreatment, yakni PRISTIN. Gonjang-ganjing ini mulai terlihat sejak hengkangnya Kyla dari PRISTIN karena masalah kesehatan.

Lalu, Kyulkyung, Nayoung, Eunwoo, Rena, dan Roa membentuk sub-unit baru yang disebut PRISTIN V. Sayangnya, sub-unit tersebut tak berjalan sukses. Mulai saat itulah tidak ada kabar terbaru apa pun dari grup tersebut. Hingga akhirnya secara mengejutkan Pledis Entertainment pun membubarkan girl group tersebut pada tahun 2019 lalu.

7. THE BOYZ

THE BOYZ (theboyz.kr)

Belum lama ini THE BOYZ kembali jadi perbincangan di Twitter. Sebab fans kembali menuduh IST Entertainment melakukan mistreatment kepada grup tersebut. Bahkan, aksi protes tersebut sampai pada tahap pengiriman email secara massal ke pihak agensi.

Dalam isi email yang dikirim, fans pun membuat daftar "bukti" mistreatment yang dilakukan IST Entertainment kepada THE BOYZ. Beberapa di antaranya adalah kurangnya promosi di acara musik saat comeback, tak ada jeda selama tur konser, kurangnya waktu istirahat yang disampaikan langsung para member kepada penggemar, dan masih banyak lagi.

8. Gugudan

Gugudan (twitter.com/gu9udan)

Sama halnya dengan NU'EST. Apa yang terjadi pada Gugudan bak mimpi buruk yang kedatangannya tinggal menunggu waktu. Sebab, para member tak mendapat perlakuan yang baik dari agensi.

Gugudan terakhir kali melangsungkan comeback pada tahun 2018. Lalu, hingga tahun pembubaran mereka di 2020, tak ada lagi karya yang dirilis. Update kegiatan pun dilakukan secara mandiri oleh para member di akun Instagram pribadi mereka masing-masing.

9. Pentagon

Pentagon (cubeent.co.kr)

Mungkin kamu berpikir apakah Cube Entertainment melakukan mistreatment kepada Pentagon atau tidak. Menurut para penggemar, jawabannya adalah iya. Beberapa yang akhirnya membuat Universe (fandom Pentagon) geram dengan Cube Entertainment adalah soal kesehatan Yanan dan jarangnya variety show yang dibintagi para member.

Yanan sempat hiatus, karena masalah kesehatannya. Namun, nyatanya hiatusnya Yanan itu membuat tanda tanya besar bagi para Universe. Sebab, Yanan pun harus melewatkan beberapa comeback grupnya. Itulah kenapa Cube Entertainment dianggap tak becus menangani masalah kesehatan artisnya.

Hal lain yang tak kalah membuat Universe geram adalah para member Pentagon yang lebih sering mengikuti survival show ketimbang tampil di variety show. Sebab, mereka tahu bahwa menjadi trainee atau peserta di ajang survival bukanlah hal yang mudah. Bahkan, kerja keras member untuk bisa memenangkan survival selayaknya mereka akan debut pertama kali menjadi idol KPop.

10. CLC

CLC (cubeent.co.kr)

CLC resmi dibubarkan pada Mei 2022. Namun, tampaknya itu sudah bukan hal yang mengejutkan bagi beberapa penggemar. Bahkan, mungkin, mereka bersyukur jika idolanya bisa hengkang dari Cube Entertainment.

Pasalnya, Cube Entertainment dituduh tidak mengurus CLC dengan baik. Buktinya adalah dengan kurangnya promosi maupun rilisan karya album reguler dari CLC. Hal itu pun diamini oleh mantan anggota CLC, Elkie di wawancara eksklusifnya dengan media asal Hong Kong, Mingpao.

Elkie juga menyebut CLC kehilangan kesempatan untuk bisa merasakan kesuksesan. Sebab, lagu "La Vien en Rose" yang seharusnya diberikan kepada mereka malah sukses dibawakan oleh IZ*ONE. Alhasil, mereka pun harus rela merilis lagu "No" sebagai gantinya.

11. X1

X1 (twitter.com/x1official101)

X1 tampaknya jadi patah hati terbesar KPopers yang sudah mengikuti perjuangan para member-nya sejak masih di Produce X 101. Sebab, grup tersebut terpaksa dibubarkan setelah program yang mendebutkan mereka tersandung skandal manipulasi voting.

Saat rumor terkait manipulasi voting tersebut tersebar, tak ada update maupun kabar terbaru dari para member X1. Bahkan, ada fans yang memergoki beberapa member sedang berjalan-jalan di kampung halaman mereka. Hal ini pun semakin menguatkan keyakinan mereka, jika Swing Entertainment melakukan mistreatment kepada X1 saat skandal tersebut naik ke permukaan.

Bahkan, tak hanya Swing Entertainment saja yang dituduh demikian. Agensi-agensi asli yang menaungi masing-masing member X1 juga dituduh melakukan hal yang sama. Hal itu makin diperkuat ketika CEO Swing Entertainment, Cho Yoo Myeong, mengatakan bahwa perusahaan-perusahaan para member menolak keinginan X1 untuk berpartisipasi dalam rapat. Kala itu rapat tersebut membahas perihal kelanjutan aktivitas X1. Akhirnya, diputuskanlah X1 akan bubar.

Fans bisa menjadi salah satu pihak yang ada di garda terdepan untuk membela grup KPop kesayangan mereka. Sebab hal itu juga mereka rela mengerahkan tenaga dan waktu untuk menyampaikan protes, agar agensi tidak lagi memperlakukan buruk idola mereka. Namun, lagi-lagi yang harus diingat adalah bahwa agensi memegang kendali penuh atas artis mereka. Sebab, kerap kali agensi juga tak mau mendengarkan protes, kritik, maupun saran dari para penggemar.

Editorial Team