Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
RM BTS
RM BTS (dok. Weverse/BTS)

Intinya sih...

  • RM BTS menilai pernikahan bukanlah solusi untuk mengatasi rasa sepi, dan tidak yakin ingin punya anak karena merasa sulit mengurus diri sendiri.

  • Sung Si Kyung berpendapat bahwa pernikahan dan memiliki anak harus dijalani oleh kedua pihak yang sudah siap, serta menganggap pernikahan sebagai pilihan, bukan kewajiban.

  • Tablo dari Epik High lebih suka menyarankan artis junior untuk tak menikah jika mereka belum yakin menemukan pasangan yang tepat, karena pernikahan membutuhkan kompromi dan pengorbanan ego.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Pernikahan adalah keputusan yang perlu diambil sendiri, bukan karena dipengaruhi oleh orang lain. Terlebih, tiap individu perlu memerhatikan kesiapan dalam menikah sebelum menjalaninya. Hal itulah yang membuat idol KPop tak menganggapnya sebagai keharusan.

Bagi idol KPop cowok berikut ini, pernikahan membutuhkan kesiapan mengurus anak hingga rasa rela dalam menurunkan ego. Pernikahan bukanlah hal yang mesti dijalani hanya demi memenuhi tuntutan dan standar masyarakat. Yuk, simak pandangan mereka berikut!

1. RM BTS

RM BTS (dok. Weverse/BTS)

Melalui siaran langsung di Weverse pada 2025, RM mengatakan, banyak orang menikah karena ekspektasi masyarakat. Ia memahami, perempuan lebih sering mengalami tekanan media dan orang di sekitar untuk memiliki anak dan tanggung jawab lainnya.

Namun, RM berharap tiap orang menjalani hidup dengan kecepatan masing-masing, bukan memaksakan diri. Ia menilai, pernikahan juga bukanlah solusi untuk orang yang tak bisa menghadapi kesendirian. Sebab, sekalipun sudah menikah, akan ada saatnya seseorang butuh waktu sendirian.

RM merasa, orang yang nyaman sendirian pun tetap bisa jadi pasangan yang baik ketika memutuskan berkomitmen, begitu pula dengan orang yang nyaman dalam keramaian. Namun, dia tak yakin menikah jadi keharusan untuk mengatasi rasa sepi.

Sang rapper juga tak yakin ingin punya anak, karena mengurus diri sendiri sudah terasa sulit baginya. Ia yakin bisa menyayangi anaknya, tapi akan kesulitan membesarkannya. Ia jadi mengingatkan untuk tak terburu-buru menikah. Sebab, pernikahan mesti diputuskan sendiri, bukan berdasarkan saran atau pengalaman orang lain.

2. Sung Si Kyung

Sung Si Kyung (youtube.com/mayersung)

Lewat wawancara pada 2011, Sung Si Kyung mengaku berempati pada kakaknya yang mengalami krisis identitas usai menikah. Dia merasa, kakaknya hanya dianggap sebagai ibu dari dua orang anak setelah menikah. Padahal, kakaknya dulu punya banyak potensi untuk mengejar lebih banyak impian.

Sung Si Kyung juga menilai, pernikahan dan memiliki anak harusnya hanya dijalani oleh kedua pihak yang sudah siap melakukannya. Mereka yang memutuskan menikah perlu mempersiapkan diri dengan membaca buku.

Menurut pendapatnya, hanya dengan begitu, sepasang pasangan memahami cara membesarkan anak. Sulitnya risiko membesarkan anak dan kehilangan identitas membuatnya menganggap pernikahan sebagai pilihan, bukan kewajiban, bahkan bagi dirinya sendiri. Ia mengaku lebih suka berkencan.

3. Epik High

Epik High (instagram.com/blobyblo)

Tablo membahas pernikahan dalam acara di channel YouTube Sung Si Kyung pada 2023. Ia mengaku lebih suka menyarankan artis junior untuk tak menikah ketika mendapat pertanyaan, “Haruskah aku menikah?” dari mereka. Sebab, dia merasa pernikahan bukanlah sistem ideal. Namun, mereka dapat menikah jika yakin sudah menemukan pasangan yang tepat.

Bagi Tablo, yang terpenting adalah menemukan orang yang dicintai agar bisa hidup dengan nyaman dan menyenangkan. Mithra Jin setuju dengan mengatakan, pernikahan hanya cara meresmikan hubungan agar bisa berlanjut. Sedangkan Tukutz berpendapat, pernikahan membutuhkan kompromi dan pengorbanan sebagian ego bagi individu.

Seperti yang dinyatakan idol KPop di atas, pernikahan membutuhkan persiapan matang bagi kedua pihak yang ingin menjalaninya. Jadi, pernikahan pun bukan keharusan. Kita tidak perlu terburu-buru mengambil keputusan untuk menikah, hanya karena banyak orang menyarankan hal itu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team