Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ALLDAY PROJECT
ALLDAY PROJECT (instagram.com/allday_project)

Siapa sih yang gak kenal dengan The Black Label? Agensi yang awalnya dipimpin oleh produser legendaris Teddy ini sukses memperkuat posisinya di dunia KPop. Sejak didirikan, mereka dikenal memiliki barisan artis dan musisi berbakat. Mulai dari Taeyang sampai Jeon Somi yang terus menunjukkan kualitas, kreativitas, dan prestasi di level internasional.

Semakin lama, profil agensi ini semakin mencuri perhatian karena para idol dan kreatornya hadir dengan latar belakang unik, bahkan ada beberapa yang berhubungan dengan keluarga konglomerat. Wajar kalau sempat muncul julukan "Agensi Konglomerat". Penasaran, apa sebenarnya yang membuat mereka punya label seperti itu? Yuk, simak!

1. Dihuni oleh artis yang berasal dari lingkaran elite

ALLDAY PROJECT (instagram.com/allday_project)

Salah satu nama yang paling menonjol adalah Annie Moon ALLDAY PROJECT. Ia bukan sekadar idol biasa, melainkan cucu dari presiden Shinsegae, salah satu grup department store terbesar di Korea Selatan. Kehadirannya langsung memberi kesan bahwa The Blacklabel bukan agensi sembarangan, karena bisa menarik figur dengan koneksi keluarga konglomerat.

Selain Annie Moon, ada juga Loren yang ikut debut di bawah arahan produser ternama Teddy. Loren bukan sosok biasa, ia adalah putra dari pendiri Naver. Kehadirannya bikin banyak orang penasaran karena memilih jalur KPop alih-alih meneruskan privilese bisnis keluarganya.

2. Dukungan nama besar di balik layar

Taeyang (instagram.com/theblacklabel)

Tak hanya dari artisnya, The Black Label juga mendapat sorotan karena siapa yang mendirikannya. Agensi ini dibentuk oleh Teddy Park, produser legendaris YG Entertainment yang dikenal sukses melahirkan hit untuk BLACKPINK, 2NE1, hingga BigBang. Nama besar Teddy otomatis memberi prestise tinggi pada agensi sejak awal berdirinya.

Selain itu, The Black Label juga menjadi rumah bagi banyak produser dan musisi ternama. Koneksi ini menjadikan agensi terlihat eksklusif, seolah hanya menampung mereka yang sudah punya kelas atau potensi besar sejak awal. Hal inilah yang membuat publik makin yakin dengan predikat “Agensi Konglomerat.”

3. Branding yang terlihat premium

Ella MEOVV (instagram.com/theblacklabel)

Jika diperhatikan, citra The Black Label sangat berbeda dengan kebanyakan agensi KPop lain. Alih-alih menampilkan kesan “mulai dari nol,” agensi ini lebih sering menonjolkan sisi eksklusif dan high class. Dari artis hingga trainee, semuanya seolah sudah terpilih karena membawa nilai tambah, baik dari segi bakat maupun latar belakang.

Dengan positioning seperti ini, tidak heran jika publik menilai The Black Label lebih mirip sebuah “club elite” daripada sekadar agensi hiburan biasa. Kesan premium ini makin menguat seiring dengan banyaknya figur berpengaruh yang bergabung.

Dengan jajaran artis seperti Annie Moon, Ella Gross, Rose BLACKPINK, Løren, hingga Jeon So Mi, wajar kalau The Blacklabel disebut “Agensi Konglomerat.” Citra mewah dan eksklusif ini jadi modal kuat mereka untuk terus mencuri perhatian di dunia KPop.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team