Jakarta, IDN Times – Keponakan saya, seorang ARMY, sebutan nama penggemar BTS, grup band paling hits sedunia saat ini, sengaja mengambil cuti. Jumat, 3 Desember 2021, bersama dua sepupunya, dia menikmati dua jam konser BTS Permission to Dance On Stage secara langsung, lewat saluran daring.
Harga tiket untuk menonton secara daring sekitar Rp650 ribuan. BTS yang berangggotakan tujuh orang – RM, Jin, V, J-Hope, Suga, Jimin dan Jungkook- memuaskan kerinduan puluhan ribu ARMY yang memenuhi Stadion SoFi di Los Angeles, Amerika Serikat, dan mungkin jutaan yang menikmati secara daring.
Saya ikut menonton konser daring ini, dan terpukau dengan kemasan panggung, koreografi, vokal, dan beat lagu yang bikin tubuh tak terasa ikut bergoyang. Kerlap-kerlip “ARMY bomb,” lampu bertangkai yang diproduksi khusus untuk konser-konser BTS, dan tentu saja, wajah-wajah enak dipandang dari tujuh anak muda yang sangat energik, tak lelah melompat sana-sini dengan kompaknya. Favorit saya, Jimin. Suaranya lembut dan tubuhnya lentur.
Konser yang kami tonton adalah rangkaian konser keempat, atau yang terakhir dari konser BTS di Los Angeles. Konser ini juga menandai kembalinya BTS ke panggung konser fisik, setelah dua tahun vakum karena pademik COVID-19. “Selama dua tahun, kami berada di bawah terowongan. Aku sempat berpikir, apakah saat pandemik reda, ARMY masih ada?”, kata V. Dia tak bisa menyembunyikan rasa haru. Matanya berkaca-kaca. Hiks, kami yang nonton ikut terharu.
Sebagai seorang yang memiliki anak di usia Gen Z, berikut pengamatan saya sesudah menonton konser BTS Permission to Dance on Stage, LA Tour.
