Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
38 Kampanye Jenius Ini Memotret Isu Sosial di Sekitar Kita dan Menggerakkan Siapa Saja yang Melihatnya
Sumber Gambar: digitalsynopsis.com

"Kenapa no.33 harus sedemikian kejam?"

 

Beberapa kampanye dari seluruh dunia ini berhasil memotret dan menyampaikan pesan seputar isu-isu sosial dengan sangat mengena. Mulai dari isu sosial, lingkungan hidup, kesehatan, dan lain-lain.

1. Tentang hutan sebagai paru-paru dunia: Sebelum semuanya menjadi terlalu terlambat

2. Tentang pelecehan pada anak-anak: Beberapa hal bertahan di sana selamanya.

3. Tentang pencemaran laut: Kantong plastik membunuh.

4. Tentang kepedulian sosial: Abaikan kami, abaikan hak asasi manusia.

5. Tentang kekerasan: Stop kekerasan, jangan minum alkohol lalu mengemudi.

6. Tentang kepedulian pada konflik internasional: Ini tidak terjadi di sini, tapi hal ini sedang terjadi sekarang.

7. Tentang sampah yang mencemari lingkungan: Jika kamu tidak memungutnya, mereka yang mengambilnya.

8. Tentang anak-anak yang kelaparan: Lihat bagaimana mudahnya memberi makan mereka yang kelaparan?

9. Tentang larangan penjualan senjata api: Seorang anak memegang satu produk yang dilarang di AS untuk melindungi mereka. Tebak, anak yang mana.

Catatan: Cokelat Kinder dilarang dijual di AS untuk alasan kesehatan anak-anak.

10. Tentang memakai sabuk pengaman: Tempat duduk belakang tidak berarti lebih aman. Kenakan sabukmu!

11. Tentang melestarikan lingkungan: Setiap enam puluh detik, satu spesies punah.

12. Tentang keamanan berkendara: 46 hari di ranjang rumah sakit.

13. Tentang konflik antar umat beragama: Jika mati untuk imanmu membuatmu menjadi seorang martir, orang-orang yang kamu bunuh untuk imanmu menjadi apa?

14. Tentang kekerasan dalam rumah tangga: Dia memiliki mata ibunya.

15. Tentang keselamatan berkendara: Menyalip truk tidak layak dengan harga yang harus kamu bayar nanti. Berikan ruang untuk truk.

16. Tentang dibangunnya fasilitas untuk penyandang disabilitas: Bagi beberapa orang, tangga ini adalah Gunung Everest.

17. Tentang memakai sabuk pengaman: 1988 - ....

18. Tentang cerdas memakai internet: Di internet, segala sesuatu tidak seperti yang terlihat.

19. Tentang kesetaraan perempuan: Perempuan butuh dilihat setara.

20. Tentang mendonorkan organ: Ribuan orang berhutang hidup mereka kepada para pendonor.

21. Tentang keamanan anak: Predator seksual bisa bersembunyi di ponsel anakmu.

22. Tentang menghemat kertas: Hemat kertas, selamatkan bumi.

23. Tentang memberi ASI pada bayi: Jika kamu tidak memberi makan mereka, siapa yang akan melakukannya?

24. Tentang diet yang sehat: Kamu bukanlah sebuah sketsa, katakan tidak pada anoreksia.

25. Tentang menumbuhkan empati: Para korban kejahatan adalah orang-orang seperti kamu dan aku.

26. Tentang mengemudi dalam kondisi prima: Kantuk itu lebih kuat darimu.

27. Tentang tidak mengemudi sambil mengirim pesan: Saya akan berada di sana di kursi roda.

28. Tentang mengurangi polusi air laut: Apa yang pergi, akan datang lagi. Jagalah laut tetap bersih.

29. Tentang menolok anak-anak autis: Semakin lama seorang anak autis tidak menerima bantuan, semakin sulit untuk menjangkau mereka.

30. Tentang mematuhi rambu-rambu jalan raya. Kampanye ini menampilkan orang-orang korban selamat dari kecelakaan, yang memegang rambu yang dilanggar penabraknya.

 

31. Tentang melestarikan satwa: Jangan membeli souvenir yang dibuat dari hewan-hewan eksotis.

32. Tentang keselamatan: Jangan menelepon sambil mengemudi.

33. Tentang anak-anak yang terlantar: Anak-anak terlantar dibuat agar mereka merasa keberadaannya tak terlihat.

34. Tentang kesetaraan ras: Jangan biakan warna kulitmu mendikte masa depanmu.

35. Tentang menolong sesama: Memberi like bukan berarti membantu.

36. Tentang peduli pada tunawisma: Bagi para tunawisma, setiap hari adalah perjuangan.

37. Tentang merokok: Merokok menyebabkan penuaan dini.

38. Tentang waspada berkendara: Pikiran kedua belah pihak!

Untuk Indonesian Times, yang paling mengena adalah no.2, 13 dan 33. Buat kamu, yang paling mengena yang mana?

Editorial Team