Dulu, sering pindah kerja kerap dianggap sebagai tanda tidak loyal dan kurang komitmen. Banyak orang merasa harus bertahan lama di satu perusahaan demi terlihat stabil di mata HR. Padahal, dunia kerja sekarang bergerak jauh lebih cepat dan penuh perubahan. Di situasi seperti ini, job hopping mulai dipandang dengan kacamata yang lebih realistis.
Bagi banyak profesional muda, pindah kerja setiap dua tahun terasa masuk akal. Ada keinginan untuk berkembang lebih cepat, baik dari sisi gaji maupun pengalaman. Selama tidak dilakukan secara asal-asalan, job hopping bukan keputusan impulsif. Yuk simak lima alasan mengapa job hopping gak selalu buruk dan justru bisa berdampak positif buat kariermu.
