Mengambil gap year kini makin umum di kalangan Gen Z, entah untuk menjaga kesehatan mental, mengeksplorasi diri, atau sekadar menarik napas dari tekanan dunia kerja. Sayangnya, jeda karier masih sering dianggap sebagai “ruang kosong” yang bikin CV tampak kurang meyakinkan. Padahal, jeda tersebut justru bisa menjadi fase penting untuk tumbuh secara personal maupun profesional. Kuncinya terletak pada cara kamu menceritakannya.
HR dan rekruter saat ini gak hanya melihat deretan pengalaman kerja, tapi juga bagaimana seseorang memaknai perjalanan hidupnya. Cara kamu menjelaskan masa jeda akan membentuk kesan pertama tentang kedewasaan dan kesadaran diri. Dengan strategi yang tepat, career break bisa tetap terlihat relevan dan bernilai. Berikut lima cara menjelaskan gap year di CV agar tetap profesional dan menarik.
