Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ilustrasi bekerja
Ilustrasi bekerja (pexels.com/Yan Krukau)

Intinya sih...

  • Kamu lebih memilih menceritakan kabar penting kepada work spouse ketimbang pasangan.

  • Kamu mulai menyembunyikan intensitas kedekatan kalian dari pasangan.

  • Kamu merasa cemburu ketika work spouse dekat dengan orang lain.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Istilah work spouse mungkin sudah tidak asing lagi di telingamu. Hubungan ini merujuk pada kedekatan spesial dengan rekan kerja yang menyerupai dinamika suami-istri, meski tanpa ikatan romantis. Kalian saling curhat, makan siang bersama, dan menjadi tempat berkeluh kesah soal pekerjaan. Kedengarannya memang menyenangkan, bukan?

Namun, di balik kenyamanan itu, ada garis tipis yang terkadang tanpa sadar sudah terlewati. Hubungan work spouse yang awalnya sekadar persahabatan profesional bisa berubah menjadi sesuatu yang mengancam kehidupan pribadimu, terutama bila kamu sudah memiliki pasangan. Lantas, bagaimana cara mengetahui bahwa hubungan ini sudah melampaui batas wajar? Simak ciri-cirinya berikut ini, ya!

1. Kamu lebih memilih menceritakan kabar penting kepada work spouse ketimbang pasangan

Ilustrasi bekerja berdua (freepik.com/freepik)

Mendapatkan promosi jabatan atau menghadapi masalah besar di kantor tentu merupakan momen yang ingin segera dibagikan kepada orang terdekat. Namun, coba perhatikan, siapa sosok pertama yang terlintas di benakmu saat hal-hal semacam ini terjadi? Bila jawabannya adalah work spouse dan bukan pasanganmu, maka ini patut menjadi lampu kuning.

Ketika rekan kerja menjadi orang nomor satu yang ingin kamu hubungi untuk berbagi suka dan duka, artinya ada pergeseran prioritas emosional yang sedang terjadi. Pasanganmu yang seharusnya menjadi tempat berbagi justru tergantikan oleh sosok lain. Situasi ini bila dibiarkan terus-menerus dapat menciptakan jarak emosional dalam hubungan asmaramu.

2. Kamu mulai menyembunyikan intensitas kedekatan kalian dari pasangan

ilustrasi bekerja di kantor (pexels.com/RDNE Stock project)

Hubungan pertemanan yang sehat seharusnya tidak perlu disembunyikan dari siapa pun, termasuk pasangan. Namun, bila kamu mulai merasa perlu mengurangi cerita tentang work spouse atau bahkan berbohong soal seberapa sering kalian berkomunikasi, maka ada sesuatu yang perlu dipertanyakan.

Perasaan ingin menyembunyikan biasanya muncul karena secara tidak sadar kamu menyadari bahwa hubungan tersebut sudah tidak lagi berada di zona aman. Kamu khawatir pasanganmu akan cemburu atau salah paham. Padahal, kekhawatiran itu sendiri sebenarnya merupakan sinyal bahwa memang ada yang salah dengan dinamika hubunganmu dan work spouse.

3. Kamu membandingkan pasangan dengan work spouse secara terus-menerus

ilustrasi seorang work spouse (pexels.com/Gustavo Fring)

Pernahkah kamu berpikir, "Andai saja pasanganku bisa mengerti aku seperti dia mengerti"? Atau mungkin, "Kenapa, ya, ngobrol sama dia terasa lebih nyaman dibanding sama pasangan sendiri?" Bila pikiran semacam ini kerap melintas di benakmu, maka kamu sedang berada di zona berbahaya.

Membandingkan pasangan dengan orang lain, apalagi secara konsisten, adalah tanda bahwa ikatanmu dengan work spouse sudah terlalu dalam. Perlu diingat bahwa hubungan dengan rekan kerja tentu berbeda konteksnya dengan hubungan romantis. Kalian tidak menghadapi tekanan rumah tangga, finansial, atau tanggung jawab bersama yang kompleks. Jadi, perbandingan semacam ini sebenarnya tidak adil bagi pasanganmu.

4. Kamu merasa cemburu ketika work spouse dekat dengan orang lain

Ilustrasi bersama rekan kerja (pexels.com/August de Richelieu)

Perasaan tidak nyaman saat melihat work spouse menghabiskan waktu dengan rekan kerja lain atau mendengar ceritanya tentang kencan akhir pekan merupakan tanda yang cukup jelas. Kamu seharusnya tidak merasa terganggu bila hubungan kalian memang murni persahabatan profesional, bukan?

Rasa cemburu ini menunjukkan bahwa ada keterikatan emosional yang sudah melampaui batas pertemanan biasa. Kamu mulai merasa memiliki dan tidak rela bila perhatiannya teralihkan kepada orang lain. Situasi seperti ini sangat berbahaya karena secara perlahan kamu sedang mengembangkan perasaan yang seharusnya hanya ada untuk pasanganmu.

5. Kamu lebih bersemangat bertemu work spouse daripada pulang ke rumah

ilustrasi mesra dengan rekan kerja (pexels.com/Antoni Shkraba)

Senin pagi yang biasanya terasa berat mendadak menjadi hari yang dinanti-nanti. Kamu bangun dengan perasaan riang karena akan bertemu dengannya di kantor. Sebaliknya, ketika jam pulang tiba, ada sedikit rasa enggan untuk beranjak dan meninggalkan lingkungan kerja. Bila perasaan ini yang kamu alami, maka hubunganmu dengan work spouse sudah benar-benar kelewat batas.

Rumah seharusnya menjadi tempat yang paling nyaman dan dirindukan setelah seharian bekerja. Namun, ketika sosok di kantor justru lebih membuatmu bersemangat dibanding pasangan yang menunggu di rumah, artinya ada yang perlu segera diperbaiki. Jangan sampai kamu kehilangan hubungan yang sudah dibangun bertahun-tahun hanya karena kedekatan yang salah kaprah.

Hubungan work spouse memang bisa memberikan kenyamanan dan dukungan di lingkungan kerja yang penuh tekanan. Namun, kamu harus tetap waspada dan menjaga batasan yang jelas. Ingat, kedekatan yang berlebihan dengan siapa pun di luar hubungan romantismu berpotensi merusak kepercayaan dan keharmonisan yang sudah terjalin dengan pasangan. Jadi, bila kamu menyadari ciri-ciri di atas ada dalam dirimu, segeralah mengambil langkah untuk memperbaiki situasi sebelum semuanya terlambat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team