Ambisi sering dianggap sebagai bukti keseriusan seseorang dalam menjalani karier. Dorongan untuk terus berkembang memang bisa menjadi sumber motivasi yang kuat. Namun, di tengah budaya kerja yang memuja produktivitas berlebihan, ambisi kerap kehilangan batas sehatnya. Perlahan, dorongan untuk maju berubah menjadi tekanan yang menguras mental dan emosi.
Di dunia kerja modern, ambisi sering disalahartikan sebagai kemampuan bekerja tanpa henti. Banyak orang terjebak dalam pola kerja yang mendorong toxic productivity tanpa sadar. Saat pencapaian tidak lagi memberi rasa puas dan pekerjaan justru memicu kecemasan, itu bukan lagi ambisi positif. Yuk, simak lima tanda ambisi berlebihan yang diam-diam bisa merugikan diri sendiri.
