Kita mungkin setuju bila ada nasihat untuk selalu ceria dan berpikir positif. Tapi bagaimana jika perasaan optimis tersebut terjadi secara berlebihan? Apakah hal tersebut normal? Padahal, dalam beberapa hal tertentu, wajar bila kita juga ingin meluapkan perasaan sedih, marah, atau kecewa.
Toxic positivity merupakan suatu kondisi di mana seseorang memiliki perasaan senang atau optimis berlebihan dalam setiap situasi, bahkan di saat dirinya sedang mengalami situasi sulit atau gak menyenangkan sekalipun. Hal ini apda akhirnya akan berimbas pada sikap penyangkalan dan invalidasi perasaan.
Dalam kehidupan sehari-hari, toxic positivity kerap terjadi di kantor atau lingkungan kerja. Namun sayangnya, gak banyak karyawan yang menyadari kalau mereka sedang mengalami kondisi tersebut.
Berikut ini lima tanda toxic positivity di lingkungan kerja yang perlu kita kenali.
