Bekerja sebagai freelancer sering terlihat fleksibel dan bebas, seolah bisa mengatur waktu sesuka hati. Kenyataannya, kebebasan ini justru kerap menjerumuskan ke pola kerja tanpa batas yang melelahkan. Ketika ruang kerja bercampur dengan ruang pribadi, waktu istirahat pelan-pelan terkikis. Tanpa disadari, tubuh dan pikiran dipaksa aktif hampir sepanjang hari.
Banyak pekerja lepas merasa harus selalu siap menerima proyek demi menjaga pemasukan tetap stabil. Ponsel dan laptop jadi pintu kerja yang selalu terbuka, bahkan saat malam atau akhir pekan. Kondisi ini membuat batas antara hidup dan pekerjaan semakin kabur. Berikut ini lima tantangan utama mengatur waktu kerja lepas yang sering memicu kelelahan berlebih.
