Di era serba cepat, distraksi sering dianggap sebagai musuh utama produktivitas. Notifikasi, suara sekitar, hingga pikiran yang melayang kerap memecah konsentrasi tanpa disadari. Padahal, distraksi gak selalu harus dilawan habis-habisan, karena dalam kondisi tertentu justru bisa diolah menjadi alat bantu fokus yang efektif.
Banyak orang terjebak dalam pola memerangi distraksi tanpa memahami akar masalahnya. Pendekatan yang lebih adaptif membantu melihat distraksi sebagai sinyal, bukan sekadar gangguan. Dengan sudut pandang yang tepat, gangguan kecil bisa berubah menjadi pemicu ritme kerja yang lebih seimbang. Yuk, ubah cara pandang terhadap distraksi dan mulai manfaatkan potensinya secara cerdas!
