Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Tips Mengurangi Overstimulated setelah Seharian Kerja
Ilustrasi rileks (pexels.com/ stefamerpik)
  • Artikel membahas kondisi overstimulated setelah bekerja yang membuat otak sulit tenang akibat paparan layar, notifikasi, dan tekanan aktivitas harian.
  • Ditekankan pentingnya memberi jeda dari layar dan notifikasi agar pikiran serta tubuh punya waktu untuk benar-benar beristirahat.
  • Dianjurkan melakukan aktivitas menenangkan seperti stretching, mandi hangat, hingga menciptakan suasana tenang sebelum tidur untuk membantu pemulihan energi mental.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Setelah seharian bekerja, otak kamu sering tetap terasa “ramai” meski pekerjaan sudah selesai. Notifikasi, suara, meeting, deadline, sampai terlalu lama menatap layar bisa bikin tubuh dan pikiran sulit benar-benar tenang. Akibatnya, kamu jadi gampang lelah, sensitif, bahkan susah menikmati waktu istirahat.

Kondisi overstimulated seperti ini sering dianggap sepele karena sudah jadi bagian dari rutinitas harian. Padahal, kalau terus dibiarkan, energi mental kamu bisa cepat terkuras dan bikin tubuh terasa makin penat setiap hari. Supaya pikiran lebih rileks setelah beraktivitas, ada beberapa kebiasaan sederhana yang bisa kamu coba lakukan.

1. Jangan langsung lanjut scroll media sosial

Ilustrasi menenangkan diri (pexels.com/Polina )

Setelah seharian penuh melihat layar kerja, otak kamu sebenarnya butuh waktu untuk berhenti sejenak dari derasnya informasi. Meeting, chat, email, dan berbagai distraksi digital selama bekerja sudah cukup bikin pikiran terasa penuh tanpa disadari. Kalau setelah itu kamu langsung lanjut scroll media sosial berjam-jam, otak justru terus menerima stimulasi baru tanpa jeda. Akibatnya, pikiran jadi makin sulit tenang dan tubuh terasa tetap lelah meski pekerjaan sudah selesai.

Coba beri diri sendiri waktu beberapa menit tanpa layar setelah bekerja. Kamu bisa duduk santai, rebahan, atau menikmati suasana tanpa membuka apa pun terlebih dulu. Jeda kecil seperti ini membantu otak pelan-pelan lebih rileks sebelum kembali menjalani aktivitas lain di malam hari.

2. Kurangi paparan notifikasi sementara waktu

Ilustrasi matikan notifikasi (magnific.com/BalashMirzabey)

Notifikasi yang terus masuk bikin otak kamu tetap merasa harus siaga sepanjang waktu. Baru beberapa menit mencoba istirahat, perhatian langsung teralihkan lagi karena bunyi pesan, email, atau chat yang terus berdatangan. Akibatnya, kamu jadi sulit benar-benar lepas dari suasana kerja meski aktivitas utama sudah selesai. Pikiran terus aktif dan tubuh pun terasa gak benar-benar punya waktu untuk beristirahat dengan tenang.

Supaya kondisi ini gak makin melelahkan, coba aktifkan mode senyap atau menjauh sejenak dari aplikasi kerja di waktu tertentu. Dengan memberi sedikit jarak dari notifikasi, tubuh dan pikiran kamu punya ruang untuk beristirahat lebih utuh tanpa terus merasa harus responsif setiap saat.

3. Lakukan aktivitas yang menenangkan tubuh

Ilustrasi minum dan santai (pexels.com/ www.kaboompics.com)

Saat overstimulated, tubuh biasanya ikut terasa tegang tanpa kamu sadari. Bahu terasa kaku, kepala berat, atau badan sulit benar-benar rileks meski pekerjaan sudah selesai. Kondisi ini muncul karena tubuh terus menerima tekanan dan stimulasi sepanjang hari tanpa jeda yang cukup.

Karena itu, coba lakukan aktivitas ringan yang bisa membantu tubuh lebih tenang. Stretching ringan, mandi air hangat, atau berjalan santai beberapa menit bisa membantu menurunkan rasa tegang setelah seharian beraktivitas. Meski terlihat sederhana, kebiasaan kecil seperti ini membantu tubuh dan pikiran pelan-pelan kembali lebih rileks. Setelahnya, badan biasanya terasa lebih nyaman dan energi kamu gak terlalu terkuras sampai malam hari.

4. Hindari memaksakan diri tetap produktif

Ilustrasi rileks (pexels.com/Ron Lach)

Kadang kamu merasa harus terus melakukan sesuatu meski tubuh sebenarnya sudah lelah. Baru selesai satu aktivitas, kamu langsung mencari hal lain untuk dikerjakan karena merasa harus tetap produktif setiap saat. Akibatnya, otak gak pernah benar-benar punya waktu untuk berhenti dan bernapas sejenak.

Kalau terus dipaksakan, tubuh dan pikiran bisa makin cepat terkuras tanpa kamu sadari. Bahkan waktu istirahat pun terasa gak benar-benar menenangkan karena kamu masih merasa harus melakukan sesuatu. Padahal, gak masalah kalau kamu memilih beristirahat tanpa melakukan hal produktif untuk sementara waktu. Memberi jeda justru penting supaya energi kamu bisa kembali lebih stabil dan tubuh gak terus berada dalam kondisi lelah setiap hari.

5. Ciptakan suasana yang lebih tenang sebelum tidur

Ilustrasi merapikan tempat tidur (pexels.com/cottonbro studio)

Lampu yang terlalu terang, suara bising, atau kebiasaan terus melihat layar sebelum tidur bisa bikin pikiran makin sulit tenang. Meski tubuh sudah lelah, otak kamu masih terus menerima banyak stimulasi sehingga waktu istirahat terasa kurang maksimal. Padahal, tubuh butuh suasana yang lebih nyaman dan tenang supaya bisa benar-benar beristirahat. Karena itu, coba mulai perlahan dengan mengurangi cahaya layar, menjauh sejenak dari gadget, atau mendengarkan musik yang menenangkan sebelum tidur.

Kamu juga bisa menikmati suasana hening beberapa menit agar pikiran pelan-pelan lebih rileks setelah seharian penuh aktivitas. Kebiasaan kecil seperti ini membantu tubuh lebih siap untuk beristirahat dengan nyaman. Perasaan overstimulated setelah kerja itu wajar, apalagi kalau aktivitas harian kamu cukup padat dan penuh distraksi. Yang penting, kamu mulai memberi ruang untuk tubuh dan pikiran beristirahat sebelum rasa lelahnya terus menumpuk setiap hari.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team