Banyak orang tumbuh dengan keyakinan bahwa karier sepenuhnya ditentukan oleh kerja keras dan ketekunan. Kalau gagal, berarti kurang usaha. Kalau berhasil, itu murni karena pantang menyerah. Sayangnya, narasi ini tidak sepenuhnya adil. Dalam dunia kerja, ada faktor-faktor tak kasatmata yang ikut membentuk jalur karier seseorang sejak awal, dan sering kali tidak disadari oleh mereka yang memilikinya.
Privilege karier bukan berarti hidup tanpa usaha. Privilege karier lebih sering hadir dalam bentuk kemudahan kecil yang konsisten: akses, dukungan, dan ruang aman untuk gagal. Berikut enam bentuk privilege karier yang sering dianggap "normal", padahal tidak dimiliki semua orang, lho. Yuk, simak satu per satu!
