Bekerja di lingkungan penuh tekanan mental sering membuat seseorang terjebak antara bertahan atau mencari kesempatan baru. Banyak orang memilih tetap tinggal karena berbagai alasan, seperti enggan beradaptasi kembali, merasa gaji saat ini sulit ditandingi di tempat lain dengan tanggung jawab serupa, atau takut kalah bersaing dengan generasi muda. Kekhawatiran bahwa tempat baru tidak akan lebih baik kerap menghambat langkah, padahal melamar pekerjaan lain seharusnya tetap dilakukan dengan pertimbangan matang, bukan emosi sesaat.
Rasa takut yang berlebihan justru menutup pandangan terhadap potensi diri dan menahan semangat untuk berkembang. Menunda keputusan keluar dari lingkungan kerja yang tidak mendukung secara bertahap dapat memberikan dampak negatif pada karier dan kehidupan pribadi. Berikut lima konsekuensi serius yang perlu diperhatikan jika tetap memaksakan diri bertahan di kantor yang toxic:
