Kerja sering diposisikan sebagai aktivitas yang harus selalu sejalan dengan passion, padahal dalam hidup nyata, banyak orang tetap menjalani kerja yang tidak disukai tanpa merasa sedang terjebak. Situasi ini bukan anomali, melainkan potret keseharian yang jarang dibahas secara jujur. Kerja juga tidak selalu menjadi pusat kebahagiaan, tetapi bisa berfungsi sebagai penyangga hidup yang praktis.
Banyak keputusan bertahan muncul dari pertimbangan sederhana yang tidak terlihat keren di media sosial. Pilihan ini sering kali lahir dari pengalaman hidup, bukan dari teori atau motivasi kosong. Kerja dijalani karena terasa paling masuk akal untuk kondisi saat ini. Tanpa banyak drama, keputusan itu diambil secara sadar. Berikut sejumlah alasan yang kerap luput dari pembicaraan.
