Di tengah budaya kerja yang serba cepat dan penuh tuntutan, banyak profesional mulai mempertanyakan makna kesuksesan. Gelar, jabatan, dan kenaikan gaji memang terlihat menggiurkan, tetapi ritme kerja yang terlalu agresif sering menguras energi secara fisik dan mental. Dari sinilah konsep slow career muncul sebagai pendekatan yang lebih sadar dan terukur dalam membangun perjalanan profesional.
Alih-alih mengejar promosi secara terus-menerus tanpa jeda, sebagian orang memilih langkah yang lebih stabil dan selaras dengan nilai pribadi. Pendekatan ini bukan berarti kurang ambisi, melainkan lebih selektif dalam menentukan arah dan prioritas. Ada pertimbangan matang di balik keputusan tersebut, terutama soal keseimbangan hidup dan makna kerja. Yuk, pahami alasan di balik pilihan slow career yang semakin relevan di era modern ini!
