ilustrasi orang melakukan terapi (pexels.com/www.kaboompics.com)
Dilansir laman goodnewsfromindonesia.id, di tahun 2018 sebanyak lulusan jurusan Terapi Okupasi terserap di duina kerja. Cakupan kerja mereka luas, tersebar di rumah sakit umum maupun rumah sakit khusus, rumah sakit pemerintah dan swasta, sekolah khusus, klinik, konsultan okupasi, serta praktik dokter spesialis. Kalau bekerja di rumah sakit atau klinik, seorang terapis okupasi punya jenjang karier yang cukup menjanjikan. Adapun jenjang karier terapis okupasi dilansir laman Quipper Campus ialah sebagai berikut.
Staf Ahli Terapi, melayani kebutuhan pasien secara langsung
Supervisor Rehabilitasi, berkoordinasi dengan para terapis untuk menyusun rencana aktivitas untuk pasien serta pembuatan laporan kondisi perkembangan pasien
Konsultan Terapis, terapis dengan lisensi bisa menjadi instruktur bagi para calon terapis baru
Gaji terapis okupasi juga terbilang menjanjikan, lho. Nominal gaji memang bisa bervariasi, bergantung pada pengalaman kerja, tingkat pendidikan, serta tempat bekerja. Dilansir laman Quipper Campus, kisaran gaji terapis okupasi di Indonesia ialah sebesar Rp4.500.000–Rp5.500.000 per bulan. Adapun dilansir laman Jobstreet, estimasi gaji terapis di Indonesia ialah sebesar Rp3.500.000–Rp5.000.000 per bulan.
Apakah kamu tertarik berkarier di bidang kesehatan menjadi terapis okupasi? Profesi ini mulia karena berfokus pada kualitas hidup manusia. Meski tugas dan tanggung jawab yang diemban terbilang kompleks, kepuasan saat melihat pasien mampu beraktivitas secara mandiri bisa jadi pengalaman yang gak ternilai harganya.