Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Cara Bertahan di Kantor Toxic Sambil Cari Kerja Baru
ilustrasi lingkungan kerja toxic (pexels.com/ANTONI SHKRABA production)
  • Artikel membahas tantangan bertahan di kantor toxic sambil tetap mencari pekerjaan baru demi stabilitas finansial dan kesehatan mental.
  • Ditekankan pentingnya menjaga jarak emosional, mengatur energi, serta menetapkan batasan agar tidak terseret suasana kerja yang negatif.
  • Penulis menyoroti perlunya strategi keluar yang tenang dan konsisten sebagai langkah menuju lingkungan kerja yang lebih sehat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Tidak semua orang berangkat kerja dengan perasaan tenang setiap pagi. Ada hari-hari ketika langkah terasa berat bahkan sebelum membuka laptop. Banyak yang akhirnya berada dalam fase bertahan di kantor toxic tanpa benar-benar siap secara emosional.

Di titik ini, kamu mungkin merasa lelah, tapi belum bisa langsung pergi. Banyak orang mencoba cari kerja sambil kerja agar tetap punya pegangan finansial. Berikut ini beberapa cara bertahan di kantor toxic sambil cari kerja baru.

1. Menjaga jarak emosional saat bertahan di kantor toxic

ilustrasi perempuan bekerja (pexels.com/ Karola G)

Di lingkungan kerja yang tidak sehat, kamu sering merasa harus tetap tersenyum meski hati sedang penuh. Kamu mungkin tetap menjalankan tugas seperti biasa, tapi ada beban yang sulit dijelaskan. Tanpa sadar, kamu mulai menjaga jarak agar tidak terlalu terseret suasana kantor yang toxic.

Ini bukan berarti kamu tidak profesional, melainkan kamu sedang melindungi diri sendiri. Sering kali, energi emosionalmu terkuras tanpa kamu sadari setiap hari. Memberi jarak menjadi cara sederhana untuk tetap waras di situasi kerja di tempat yang toxic.

2. Mengatur energi saat kerja di tempat toxic

ilustrasi perempuan menyiapkan kopi (freepik.com/freepik)

Di kantor yang penuh tekanan, kamu bisa merasa cepat lelah meski pekerjaan tidak terlalu berat secara perlahan setiap hari. Bukan karena kamu tidak mampu, melainkan karena lingkungan menguras energi lebih cepat secara emosional. Kadang kamu hanya ingin menyelesaikan hari tanpa konflik tambahan, tanpa disadari.

Ini wajar terjadi ketika kamu berada dalam situasi kerja di tempat toxic yang kamu jalani. Tubuh dan pikiranmu mencoba bertahan dengan cara mereka sendiri setiap hari. Memberi jeda kecil di sela aktivitas bisa membantu kamu tetap stabil lebih baik.

3. Tetap aktif cari kerja sambil kerja

ilustrasi menggunakan linkedin (pexels.com/@linkedin)

Saat kamu memutuskan untuk cari kerja sambil kerja, hidup terasa seperti dua dunia yang berjalan bersamaan yang cukup berat secara mental. Di satu sisi kamu harus bertahan di kantor sekarang, di sisi lain kamu mempersiapkan masa depan dalam waktu bersamaan. Situasi ini sering membuat pikiran terasa penuh tanpa henti.

Ini bukan hal yang mudah, tapi juga bukan sesuatu yang tidak mungkin dilakukan meskipun terasa berat. Banyak orang diam-diam menjalani fase ini demi keluar dari lingkungan kerja yang tidak sehat yang sedang mereka alami. Kamu hanya perlu tetap konsisten tanpa terlalu keras pada diri sendiri secara perlahan.

4. Menjaga batasan dengan rekan kerja

ilustrasi perempuan bekerja (freepik.com/freepik)

Di kantor toxic, kamu mungkin sering merasa sulit menolak permintaan orang lain setiap saat. Kamu takut dianggap tidak kooperatif meski sebenarnya sudah kewalahan di dalam diri. Akhirnya, kamu menumpuk beban yang sebenarnya bukan tanggung jawabmu yang menumpuk diam-diam.

Ini bukan kesalahanmu, melainkan pola lingkungan kerja yang tidak sehat yang kamu hadapi. Tanpa batasan yang jelas, kamu mudah terseret dalam tekanan orang lain tanpa kamu sadari. Belajar mengatakan tidak adalah langkah kecil untuk melindungi dirimu sendiri.

5. Menyiapkan exit strategy dengan tenang

ilustrasi membuat surat resign (freepik.com/freepik)

Di balik semua usaha bertahan, kamu mungkin diam-diam memikirkan untuk pergi pelan tapi pasti. Rasa lelah yang terus muncul membuat kamu mulai mempertimbangkan perubahan secara emosional. Proses ini sering terjadi saat kamu berada di lingkungan kerja yang menguras energi yang kamu rasakan.

Ini bukan keputusan impulsif, melainkan bentuk kesadaran diri yang lebih sehat. Kamu mulai mencari peluang baru sambil tetap menyelesaikan tanggung jawab lama dan tetap bertahan. Pelan-pelan kamu membangun jalan keluar yang lebih sehat untuk masa depanmu.

Di tengah situasi kerja di tempat toxic, kamu mungkin tidak selalu punya ruang untuk benar-benar tenang setiap hari. Namun, melakukan cara bertahan di kantor toxic sambil cari kerja baru adalah usaha yang tidak mudah dan sering tidak terlihat orang lain. Pelan-pelan, kamu akan belajar bahwa menjaga diri juga bagian dari bentuk keberanian.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team