ilustrasi pola tidur yang optimal (pexels.com/Kampus Production)
Salah satu penyebab tubuh mudah lelah saat puasa adalah kurang tidur. Banyak orang tidur terlalu larut karena berbagai aktivitas di malam hari, padahal harus bangun lebih awal untuk sahur. Jika hal ini terus terjadi, tubuh akan terasa lemas saat bekerja.
Karena itu, usahakan untuk mengatur waktu tidur dengan lebih baik selama Ramadan. Cobalah tidur lebih awal atau menyempatkan tidur setelah salat tarawih agar tubuh mendapatkan waktu istirahat yang cukup. Dengan tidur yang berkualitas, energi tubuh akan lebih terjaga sehingga kamu bisa menjalani pekerjaan dengan lebih nyaman selama berpuasa.
"Tidur nyenyak membuat kamu jauh lebih mungkin merasa segar keesokan harinya, memungkinkan kamu untuk melakukan aktivitas sehari-hari dengan lebih banyak energi, kewaspadaan, dan perhatian," jelas Jay Vera Summer dalam laman Sleep Foundation yang telah di-review secara medis oleh dokter spesialis kedokteran tidur Abhinav Singh, MD, MPH, FAASM.
"Sebaliknya, kurang tidur bisa membuat kamu merasa lesu atau bahkan menyebabkan kamu tertidur di siang hari. Rasa kantuk di siang hari bisa menyebabkan kinerja yang buruk di tempat kerja," tambahnya.
Cara mengatur energi saat kerja di bulan Ramadan sebenarnya bukan hal yang sulit jika dilakukan dengan kebiasaan yang tepat. Mulai dari menjaga pola makan saat sahur dan berbuka, mengatur waktu istirahat, hingga mengelola pekerjaan dengan lebih terencana dapat membantu tubuh tetap kuat sepanjang hari.