Momen evaluasi kerja sering kali memicu rasa tegang, terutama ketika kritik dari atasan terasa tajam dan sulit diterima. Alih-alih menjadi ruang refleksi, evaluasi justru berubah menjadi sumber overthinking dan penurunan kepercayaan diri. Banyak karyawan merasa seluruh usaha mereka seolah terhapus oleh satu feedback negatif. Padahal, cara kita merespons kritik sangat menentukan ketahanan mental di dunia kerja.
Kritik atasan sebenarnya bukan akhir dari segalanya, melainkan sinyal untuk bertumbuh jika dikelola dengan tepat. Tantangannya ada pada bagaimana menjaga mental tangguh saat emosi sedang tidak stabil. Dibutuhkan perspektif yang lebih dewasa agar evaluasi kerja tidak berubah menjadi beban psikologis berkepanjangan. Berikut lima cara mengolah kritik pedas menjadi bahan bakar motivasi profesional.
