Berpindah pekerjaan sering kali terdengar menjanjikan. Tawaran gaji yang lebih tinggi, jabatan yang lebih baik, atau lingkungan kerja yang lebih sehat menjadi alasan tersendiri. Namun, sebelum mengambil keputusan, penting memahami bahwa setiap perpindahan karier memiliki switching cost atau biaya perpindahan yang tidak selalu berbentuk uang.
Switching cost juga mencakup waktu untuk beradaptasi, kehilangan jaringan kerja lama, mempelajari sistem baru, hingga risiko jika pekerjaan baru ternyata tidak sesuai harapan. Karena itu, keputusan pindah kerja sebaiknya tidak hanya didasarkan pada rasa bosan atau tren semata. Berikut lima cara menilai apakah switching cost yang harus dikeluarkan benar-benar sebanding dengan peluang karier baru.
