Menyampaikan kondisi mental di tempat kerja masih jadi hal yang sensitif bagi banyak orang. Meski isu kesehatan mental makin terbuka dibahas, tidak sedikit karyawan yang tetap ragu untuk jujur. Ada rasa takut dianggap tidak kuat atau tidak profesional. Padahal menyampaikan kondisi diri secara sehat justru merupakan bagian dari komunikasi kerja yang matang.
Saat tekanan mental mulai mengganggu fokus dan performa, diam terus bukan solusi terbaik. Banyak orang menunggu sampai burnout sebelum akhirnya bicara. Karena itu, penting untuk tahu cara menyampaikan kondisi mental dengan tepat tanpa terasa berlebihan. Yuk, pahami lima cara menyampaikan kondisi mental ke atasan secara profesional!
