Masuk ke dunia kerja sebagai karyawan entry-level sering membuat orang merasa tertinggal. Bukan karena performa buruk, melainkan karena tiba-tiba sadar masih banyak hal yang belum dikuasai. Kalau sedang berada di posisi ini, kamu mungkin merasa ingin segera meningkatkan skill agar bisa setara dengan karyawan lain, tetapi sering bingung menentukan mana yang perlu dikembangkan lebih dulu. Tanpa strategi yang tepat, proses belajar bisa terasa melelahkan dan tidak efektif. Supaya tidak bingung dan makin percaya diri pada kariermu, yuk, cek cara upgrade skill untuk karyawan entry-level berikut ini!
5 Cara Upgrade Skill di Entry-level biar Tak Jalan di Tempat

Intinya sih...
Pahami skill inti yang benar-benar dibutuhkan di pekerjaanmu
Jadikan pekerjaan sehari-hari sebagai sarana belajar
Tambahkan skill pendukung yang masih relevan
1. Pahami skill inti yang benar-benar dibutuhkan pekerjaanmu
Banyak karyawan entry-level merasa perlu menguasai banyak keterampilan sekaligus. Akibatnya, energi terkuras, tetapi tidak ada satu pun keterampilan yang benar-benar berkembang signifikan. Padahal, tiap posisi memiliki skill inti yang paling dibutuhkan dalam pekerjaan sehari-hari.
Coba perhatikan tugas yang paling sering kamu kerjakan. Tools apa yang hampir selalu kamu buka tiap hari? Skill apa yang kalau dikuasai dengan baik bisa membuat pekerjaan selesai lebih cepat atau lebih rapi? Fokus ke situ dulu. Skill yang dipakai tiap hari akan berkembang lebih cepat dibanding skill yang hanya dipakai sesekali.
2. Jadikan pekerjaan sehari-hari sebagai sarana belajar
Belajar skill baru tidak selalu harus melalui kursus mahal atau sertifikasi resmi. Pekerjaan sehari-hari kerap menjadi tempat belajar paling realistis. Kamu bisa belajar dari tugas-tugas yang diberikan kepadamu, termasuk revisi dan masukan dari atasan.
Daripada langsung menyalahkan diri sendiri, coba perhatikan polanya. Di bagian mana kamu paling sering mengulang kesalahan? Pada tahap mana pekerjaan terasa paling lama? Dari situ, biasanya terlihat skill apa yang memang perlu diperkuat, bukan sekadar ditambah.
3. Tambahkan skill pendukung yang masih relevan
Setelah skill inti mulai terbentuk, barulah kamu bisa menambah skill lain. Pastikan saja kamu memilih skill yang masih berkaitan dengan bidang kerja saat ini. Ingat, skill pendukung berfungsi untuk memperkuat, bukan menggantikan fokus utama.
Pilih skill pendukung yang masih satu jalur dengan pekerjaanmu sekarang. Kalau kamu bekerja sebagai marketing, mempelajari copywriting atau data analysist akan lebih berguna dibanding belajar hal yang sama sekali di luar konteks. Skill tambahan seharusnya membantu pekerjaan, bukan sekadar terlihat keren.
4. Biasakan meminta feedback secara aktif
Banyak karyawan baru enggan meminta feedback karena takut dianggap tidak kompeten. Padahal, di level entry, tidak ada tuntutan untuk langsung sempurna. Selain itu, feedback dari atasan atau klien menjadi salah satu cara tercepat untuk mengetahui area yang perlu ditingkatkan. Tanpa masukan, proses belajar sering kali berjalan lambat atau tidak terarah.
Mintalah feedback dengan pertanyaan yang spesifik, bukan “pekerjaanku sudah oke belum?”. Misalnya, soal alur kerja, hasil akhir, atau cara berkomunikasi. Dari situ, kamu bisa tahu apa yang perlu diperbaiki tanpa harus menebak-nebak.
5. Catat perkembangan skill agar progres terasa nyata
Perasaan jalan di tempat sering muncul karena progres tidak pernah dicatat. Padahal, bisa jadi kemampuanmu sudah jauh berkembang dibanding awal masuk kerja. Karena tidak punya catatan, kamu tidak bisa melihat perubahan ini.
Mulai biasakan mencatat hal-hal kecil yang berubah. Tools yang sekarang lebih dikuasai, proses kerja yang jadi lebih rapi, atau jenis tugas yang sudah tidak membuatmu panik lagi. Catatan ini akan menjadi pengingat bahwa proses belajar memang berjalan. Dengan begitu, kamu akan lebih termotivasi untuk terus belajar.
Upgrade skill di entry-level bukan tentang menjadi yang paling unggul dalam waktu singkat. Proses ini lebih tentang konsistensi dan kemauan untuk terus bertumbuh. Jadi, jangan putus asa dan teruslah belajar!