Gen Z sering mendapat cap sebagai generasi yang malas, terlalu banyak mengeluh, atau tidak tahan tekanan kerja. Banyak yang menilai anak muda zaman sekarang kurang gigih karena mudah burnout, sering pindah kerja, atau tidak mau menjalani budaya ‘kerja keras tanpa henti’ seperti generasi sebelumnya. Padahal di balik itu semua, ada realita hidup yang jauh berbeda dibanding beberapa dekade lalu.
Harga kebutuhan pokok naik, biaya tempat tinggal semakin mahal, persaingan kerja makin ketat, sementara gaji banyak pekerja muda terasa tidak sebanding dengan biaya hidup. Mereka bukan tidak mau bekerja keras, tetapi lelah untuk memiliki keamanan finansial yang terasa semakin sulit dicapai.
