Keputusan resign sering kali terasa seperti pintu menuju kebebasan yang selama ini dinanti. Rutinitas kerja yang padat, tekanan target, hingga lingkungan yang melelahkan seolah langsung hilang dalam satu langkah berani. Namun, di balik rasa lega tersebut, ada fase adaptasi yang gak selalu mudah dan sering kali memunculkan tekanan baru yang lebih halus.
Menariknya, kebebasan tanpa arah justru bisa memicu overthinking yang perlahan menguras energi mental. Tanpa struktur yang jelas, pikiran mulai dipenuhi berbagai kemungkinan, keraguan, hingga kekhawatiran yang sebelumnya tertutupi kesibukan. Yuk pahami ilusi kebebasan setelah resign agar bisa lebih siap menghadapi realitas yang sering kali gak terlihat di awal!
