Nyatanya, menjadi gardener itu gak semudah yang dibayangkan, lho. Supaya kamu gak salah mengira-ngira tentang jobdesk seorang gardener, simak deh penjelasan berikut!
Intip Jobdesk dan Skill Gardener, Gak Semudah yang Dibayangkan!

1. Tugas dan tanggung jawab utama
Profesi tukang kebun kerap kali dianggap remeh. Padahal, peran mereka gak hanya fokus pada kebersihan dan kerapian tanaman, tapi juga estetika (keindahan) dan kesehatan. Tugas utama seorang gardener yang kita ketahui adalah memangkas rumput dan membersihkan taman. Benar memang. Namun, ada tugas serta tanggung jawab lain yang juga diemban seorang gardener.
Berikut detail pekerjaan sehari-harinya.
Menyediakan bibit tanaman yang diperlukan untuk taman atau kebun
Menanam bibit tanaman
Merawat tanaman secara rutin, seperti memotong rumput, mencabut rumput liar, dan menjaga agar tanah tidak longsor
Membentuk semak atau pohon sesuai desain
Memberikan nutrisi tambahan pada tanaman melalui pupuk cair
Melakukan penanganan hama secara kimiawi
Membangun jalan setapak dan dinding taman
Mengoperasikan dan merawat alat-alat berkebun, seperti traktor, mesin pemotong rumput, blower, gergaji tantai, dan pemangkas listrik
Menjaga kebersihan taman, seperti menyapu, menggaruk daun kering, dan membuang sampah
Menerapkan teknik khusus agar bunga mekar lebih banyak dan terlihat cantik
Memasang sistem penyiraman otomatis dan membangun pagar
2. Skill dan kualifikasi yang dibutuhkan
Sudah tahu kan bahwa tanggung jawab gardener itu besar? Kalau kamu tertarik buat jadi seorang gardener, kamu harus punya kemampuan fisik, ketelitian, serta pengetahuan mendalam terkait botani. Berikut rincian terkait sejumlah keterampilan penting yang perlu dimiliki seorang gardener.
Hard skill seorang gardener
Pengetahuan berkebun dan hortikultura
Kemampuan mengoperasikan alat berat dan manual
Kemampuan desain lanskap
Kemampuan mendiagnosa masalah pada tanaman
Soft skill seorang gardener
Keterampilan interpersonal
Kekuatan fisik
Ketelitian dan kepekaan terhadap detail
Kreativitas
Kesabaran
Adapun terkait kualifikasi, umumnya kualifikasi gardener meliputi pendidikan minimal SMA sederajat. Beberapa tempat mungkin memerlukan gardener yang punya pengalaman, tapi fresh graduate pun dipersilakan. Kamu juga bisa mengikuti kursus maupun pelatihan yang relevan seperti kursus hortikultura atau desain lanskap untuk meningkatkan keterampilanmu.
3. Jenjang karier dan prospek gaji
Profesi gardener itu punya cakupan kerja yang luas lho, mulai dari sektor swasta hingga instasi pemerintah. Ingat, mereka gak bekerja terbatas di perumahan elit atau kediaman pribadi, ya. Sebagai seorang gardener, kamu bisa bekerja di sektor perhotelan dan pariwisata, fasilitas publik seperti taman kota, serta area hijau di kawasan perkantoran. Nah, jenjang karier seorang gardener juga luas. Jenjang kariernya meliputi gardener pemula, gardener profesional, desainer lanskap, manajer kebun atau taman, dan pemilik bisnis kebun atau garden business owner.
Bagaimana dengan gajinya? Sebagaimana gaji profesi lainnya, gardener juga punya gaji yang bervariasi. Berikut estimasi gaji seorang gardener di Indonesia dilansir laman Blog MySkill.
Gardener pemula = Rp2.000.000–Rp3.500.000 per bulan
Gardener berpengalaman = Rp3.500.000–Rp6.000.000 per bulan
Manajer kebun atau taman = Rp6.000.000–Rp10.000.000 per bulan
Jadi, jobdesk gardener gak hanya memotong rumput, ya. Gardener itu profesi yang memerlukan keahlian maupun keterampilan. Kalau kamu kreatif, peka terhadap detail, dan tertarik dengan perkebunan, kamu bisa nih berkarier di bidang ini.