Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi paramedic
ilustrasi paramedic (pexels.com/Mikhail Nilov)

Intinya sih...

  • Company paramedic memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan kerja (P3K) dan respon cepat sangat menentukan keselamatan korban.

  • Mereka melakukan pemantauan kesehatan karyawan secara berkala untuk mendeteksi potensi gangguan kesehatan sejak dini.

  • Company paramedic memberikan pelatihan P3K, sosialisasi prosedur tanggap darurat, hingga penyuluhan tentang gaya hidup sehat di lingkungan kerja.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Di tengah tingginya aktivitas operasional perusahaan baik di sektor manufaktur, pertambangan, konstruksi, hingga perkantoran keselamatan kerja menjadi prioritas utama. Di sinilah peran company paramedic atau paramedis perusahaan menjadi sangat vital. Mereka bukan sekadar petugas medis yang berjaga, tetapi bagian penting dari sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

Seorang company paramedic berperan aktif dalam pencegahan, penanganan, hingga edukasi kesehatan di lingkungan kerja. Keberadaannya mampu meminimalkan risiko kecelakaan, mempercepat penanganan kondisi darurat, serta menjaga produktivitas karyawan tetap optimal. Berikut lima peran strategis company paramedic dalam menjaga keselamatan kerja.

1. Penanganan pertolongan pertama dan kondisi darurat

ilustrasi memberi pertolongan pertama (pexels.com/RDNE Stock project)

Peran utama company paramedic adalah memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan kerja (P3K). Dalam situasi darurat seperti luka berat, pingsan, cedera akibat alat berat, atau serangan jantung, respon cepat sangat menentukan keselamatan korban. Paramedic terlatih untuk melakukan tindakan medis awal sebelum pasien dirujuk ke fasilitas kesehatan lanjutan.

Kecepatan dan ketepatan penanganan ini tidak hanya menyelamatkan nyawa, tetapi juga mengurangi risiko komplikasi. Dengan adanya paramedis di lokasi kerja, perusahaan memiliki sistem tanggap darurat yang lebih siap dan terstruktur, sehingga risiko fatalitas akibat keterlambatan penanganan dapat ditekan.

2. Monitoring kesehatan karyawan secara berkala

ilustrasi monitoring kesehatan karyawan (pexels.com/RDNE Stock project)

Company paramedic juga berperan dalam melakukan pemantauan kesehatan karyawan, baik melalui pemeriksaan rutin maupun skrining kesehatan tertentu. Pemeriksaan tekanan darah, kadar gula darah, hingga pemantauan kondisi pekerja di area berisiko tinggi menjadi bagian dari tanggung jawabnya.

Monitoring ini penting untuk mendeteksi potensi gangguan kesehatan sejak dini. Dengan begitu, perusahaan dapat mencegah risiko kecelakaan akibat kondisi medis mendadak, seperti pusing saat mengoperasikan mesin atau kelelahan ekstrem di lapangan. Karyawan yang sehat tentu lebih produktif dan fokus dalam bekerja.

3. Edukasi dan sosialisasi keselamatan kerja

ilustrasi memberikan informasi ke pasien (pexels.com/RDNE Stock project)

Selain menangani kasus medis, company paramedic memiliki peran edukatif. Mereka memberikan pelatihan P3K, sosialisasi prosedur tanggap darurat, hingga penyuluhan tentang gaya hidup sehat di lingkungan kerja. Edukasi ini membantu meningkatkan kesadaran karyawan terhadap pentingnya keselamatan.

Dengan pemahaman yang baik, karyawan akan lebih waspada terhadap potensi bahaya di tempat kerja. Budaya keselamatan pun dapat terbentuk secara kolektif. Dalam jangka panjang, upaya preventif seperti ini jauh lebih efektif dibanding hanya mengandalkan penanganan saat insiden sudah terjadi.

4. Mendukung implementasi sistem K3 perusahaan

ilustrasi melakukan evaluasi keselamatan kerja (pexels.com/Mikhail Nilov)

Company paramedic biasanya bekerja sama dengan tim K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) untuk memastikan prosedur keselamatan berjalan dengan baik. Mereka terlibat dalam identifikasi potensi bahaya, evaluasi risiko kesehatan kerja, serta penyusunan prosedur medis darurat.

Peran ini membuat paramedic tidak hanya fokus pada aspek kuratif, tetapi juga preventif dan promotif. Dengan keterlibatan aktif dalam sistem K3, perusahaan dapat membangun lingkungan kerja yang lebih aman, sesuai standar regulasi, dan meminimalkan potensi kerugian akibat kecelakaan kerja.

5. Pengelolaan fasilitas dan administrasi kesehatan kerja

ilustrasi mengecek administrasi kesehatan (pexels.com/ Mikhail Nilov)

Peran strategis lainnya adalah mengelola klinik perusahaan, peralatan medis, serta administrasi kesehatan karyawan. Company paramedic memastikan ketersediaan obat-obatan, alat P3K, hingga ambulans dalam kondisi siap pakai setiap saat.

Selain itu, mereka juga mendokumentasikan laporan medis, data kecelakaan kerja, dan riwayat kesehatan karyawan. Data ini sangat penting untuk evaluasi risiko dan perbaikan kebijakan keselamatan di masa depan. Dengan sistem administrasi yang tertata, perusahaan dapat mengambil keputusan berbasis data untuk meningkatkan standar keselamatan.

Company paramedic bukan sekadar “penjaga klinik” di lingkungan kerja. Mereka adalah garda terdepan dalam menjaga keselamatan, kesehatan, dan produktivitas karyawan. Dari penanganan darurat hingga edukasi preventif, peran mereka sangat strategis dalam mendukung keberlangsungan operasional perusahaan.

Dengan sistem K3 yang kuat dan dukungan paramedis yang kompeten, perusahaan tidak hanya melindungi aset terpentingnya yaitu sumber daya manusia tetapi juga membangun budaya kerja yang aman, sehat, dan berkelanjutan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team