Neurodivergent di tempat kerja sering kali tidak kesulitan karena kurang mampu, melainkan karena cara kerja otak dan ritme kerja yang tidak selalu cocok dengan pola kantor yang serba cepat, penuh distraksi, dan menuntut banyak hal sekaligus. Dalam pembahasan soal ADHD dan neurodiversity, multitasking, gangguan sekitar, dan tugas yang terlalu besar sering muncul sebagai sumber hambatan fokus.
Di sisi lain, ada kebiasaan kerja yang justru membantu membuat hari kerja terasa lebih stabil. Polanya sederhana, seperti mengerjakan satu hal dalam satu waktu, memberi jeda yang jelas, membagi tugas besar, dan mengatur lingkungan kerja agar tidak terlalu ramai. Kebiasaan semacam ini muncul berulang dalam berbagai panduan kerja untuk ADHD dan neurodivergence.
