ilustrasi kekayaan (pexels.com/Ron Lach)
Banyak kekayaan pada generasi sebelumnya berasal dari aset yang diwariskan atau dibangun secara bertahap dalam keluarga. Tanah, rumah, atau usaha kecil sering menjadi modal awal yang membantu generasi berikutnya memulai kehidupan dengan posisi lebih kuat. Ketika seseorang memiliki akses terhadap aset keluarga, langkah menuju stabilitas ekonomi menjadi lebih mudah.
Namun, tidak semua orang memiliki kesempatan tersebut. Tanpa modal awal, generasi muda harus memulai dari nol di tengah harga aset yang sudah jauh lebih tinggi. Situasi ini memperlebar jarak antara mereka yang memiliki dukungan ekonomi keluarga dan mereka yang tidak.
Kesulitan membangun kekayaan pada generasi muda sering kali bukan soal malas bekerja atau terlalu banyak pengeluaran kecil. Perubahan harga aset, biaya hidup, struktur pekerjaan, hingga akses modal keluarga membentuk kondisi ekonomi yang berbeda dari masa lalu. Jika realitasnya seperti ini, pertanyaan yang muncul bukan lagi siapa yang bekerja paling keras, melainkan bagaimana sistem ekonomi memberi peluang yang lebih adil bagi generasi berikutnya. Lalu, seperti apa jalan keluar yang masuk akal untuk menghadapi situasi tersebut?