Memasuki dunia kerja modern, perdebatan tentang work life balance semakin sering terdengar. Gen Z dan milenial kerap memiliki pandangan yang berbeda soal batas antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Perbedaan ini tidak muncul begitu saja, melainkan dipengaruhi oleh pengalaman hidup, kondisi ekonomi, serta perubahan budaya kerja dari waktu ke waktu. Akibatnya, topik ini sering memicu diskusi panjang bahkan konflik di tempat kerja.
Kedua generasi sama sama ingin hidup seimbang, tetapi cara mencapainya tidak selalu sejalan. Gen Z sering dianggap terlalu tegas soal batas waktu kerja, sementara milenial dinilai terlalu toleran terhadap tuntutan pekerjaan. Untuk memahami akar perdebatan ini, penting melihat faktor yang membentuk cara berpikir masing masing generasi.
