Pikiran sebelum resign sering kali jauh lebih melelahkan daripada pekerjaan itu sendiri. Kamu mungkin sudah berkali-kali membuka situs lowongan saat jam makan siang, lalu buru-buru menutupnya ketika langkah atasan terdengar mendekat. Di sisi lain, muncul rasa bersalah yang bikin niat resign kerja terasa seperti keputusan paling egois.
Perasaan itu wajar karena keputusan berhenti kerja memang gak cuma soal pekerjaan, tetapi juga soal hubungan, ekspektasi, dan penilaian terhadap diri sendiri. Justru banyak orang menunda mengambil keputusan karena pikirannya dipenuhi asumsi yang belum tentu benar. Yuk simak lima pikiran yang sebaiknya kamu buang sebelum memutuskan resign mendadak.
