Profesi dokter kandungan (obgyn) selama ini identik dengan ranah kaum perempuan. Kehadiran dokter kandungan laki-laki kerap memunculkan respons beragam, yakni dari rasa ragu hingga kepercayaan dari sebagian pasien. Pilihan pasien terhadap dokter sering kali dipengaruhi oleh preferensi pribadi, pengalaman, hingga faktor budaya. Situasi ini menempatkan dokter kandungan laki-laki di tengah dinamika yang tidak sederhana.
Professor sekaligus Chair of the Department of Obstetrics and Gynecology di Thomas Jefferson University, Dr. Weinstein, menjelaskan dalam artikel ilmiahnya bahwa sekitar 80 hingga 90 persen lulusan Obgyn adalah perempuan. Di NYU Grossman School of Medicine, hanya sekitar satu dari tujuh residen obstetri dan ginekologi berjenis kelamin laki-laki. Tren ini menunjukkan bahwa jumlah dokter kandungan laki-laki terus menurun dan semakin jarang ditemui.
Meski begitu, masih ada pria menekuni profesi dokter kandungan melalui latar belakang dan motivasi yang beragam. Di tengah dominasi perempuan dalam bidang ini, pilihan tersebut tentu bukan tanpa alasan. Lantas, apa yang mendorong pria menekuni profesi dokter kandungan yang terbilang langka? Berikut penjelasannya!
