Memiliki atasan yang toksik adalah mimpi buruk bagi setiap karyawan. Namun, cara menghadapinya ternyata bisa bergantung pada tahun kelahiran seseorang. Generasi milenial yang lebih senior biasanya cenderung memilih jalan diplomatis dan mencoba bertahan selama mungkin dalam tekanan. Sementara itu, Gen Z yang baru masuk ke dunia kerja memiliki ambang batas kesabaran yang jauh lebih rendah terhadap perilaku tidak sehat di kantor.
Perbedaan reaksi ini kerap memicu perdebatan mengenai siapa yang sebenarnya lebih kuat secara mental atau lebih berani dalam mengambil risiko. Milenial mungkin dianggap terlalu pasrah, sedangkan Gen Z sering dicap terlalu impulsif dalam mengambil keputusan untuk resign. Berikut ini lima perbedaan reaksi Milenial vs Gen Z dalam menghadapi atasan yang toksik. Keep scrolling!
