Di lingkungan kerja yang kompetitif, sikap kooperatif dan ramah sering kali dianggap sebagai nilai plus. Namun, jika terobsesi menyenangkan semua orang, justru menjadi kebiasaan people pleasing. Tipe orang demikian ini cenderung mengutamakan penerimaan sosial, menghindari konflik, dan rela mengorbankan kebutuhan pribadi demi menjaga citra baik di mata rekan kerja maupun atasan.
Sekilas, sikap ini tampak aman dan menguntungkan. Namun dalam dinamika kerja yang sarat target, ambisi, dan persaingan, menjadi people pleaser justru menyimpan berbagai risiko tersembunyi. Mengetahui deretan risiko di bawah ini, yakin masih ingin menjadi seorang people pleaser?
