Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Strategi Negosiasi Deadline ke Atasan agar Gak Lembur saat Ramadan
ilustrasi berdiskusi dengan atasan (pexels.com/Tima Miroshnichenko)
  • Artikel membahas tantangan menjaga produktivitas kerja selama Ramadan dan pentingnya komunikasi efektif dengan atasan agar tidak perlu lembur berlebihan.
  • Ditekankan lima strategi utama: memahami beban kerja, memilih waktu bicara yang tepat, menawarkan solusi, bersikap asertif, serta rutin evaluasi ritme kerja mingguan.
  • Tujuannya membantu karyawan tetap profesional, menjaga kualitas kerja, dan menyeimbangkan kebutuhan ibadah serta kesehatan selama bulan puasa.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pernahkah kamu merasa jam kerja terasa dua kali lebih panjang saat Ramadan? Energi turun di sore hari, tapi deadline tetap berjalan seperti biasa. Rasanya ingin fokus ibadah dan berbuka dengan tenang, tapi tugas belum juga rampung. Momen ini sering bikin kamu serba salah.

Sebenarnya, kamu tidak sendirian menghadapi situasi seperti itu. Banyak karyawan mengalami hal yang sama setiap tahun. Yang membedakan adalah bagaimana kamu mengelola komunikasi dengan atasan. Yuk simak strategi nego deadline agar produktivitas kerja ramadan tetap aman tanpa harus lembur terus.

1. Pahami dulu beban kerjamu secara realistis

ilustrasi laki-laki bekerja (pexels.com/Yan Krukau)

Sebelum melakukan nego deadline, kamu perlu tahu persis kapasitasmu. Jangan hanya merasa lelah, tapi coba petakan tugas yang sedang berjalan. Mana yang urgent, mana yang masih bisa digeser beberapa hari. Dengan data yang jelas, kamu tidak terlihat sekadar mengeluh.

Atasan cenderung lebih terbuka ketika kamu datang dengan gambaran konkret. Jelaskan progres yang sudah kamu capai dan estimasi waktu realistis selama Ramadan. Sampaikan bahwa kamu ingin menjaga kualitas kerja, bukan menghindari tanggung jawab. Sikap ini menunjukkan kamu tetap profesional meski sedang menyesuaikan ritme puasa.

2. Pilih waktu yang tepat untuk berbicara

ilustrasi berbicara dengan atasan (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Nego deadline bukan obrolan lima menit di sela rapat yang tegang. Cari waktu ketika atasan tidak sedang dikejar banyak hal. Kamu bisa mengajukan one on one singkat dengan alasan ingin menyelaraskan prioritas selama Ramadan. Cara ini terasa lebih dewasa dan terstruktur.

Saat berbicara, gunakan bahasa yang lugas dan tenang. Hindari nada defensif atau menyalahkan situasi. Kamu bisa bilang bahwa jam kerja kantor saat puasa membuat energi berbeda dan kamu ingin memastikan target tetap tercapai tanpa lembur. Pendekatan seperti ini lebih mudah diterima dibanding sekadar mengatakan kamu kelelahan.

3. Tawarkan solusi, bukan hanya permintaan

ilustrasi berdiskusi dengan atasan (pexels.com/Pavel Danilyuk)

Kesalahan umum saat nego deadline adalah hanya fokus pada permintaan perpanjangan waktu. Padahal, atasan juga memikirkan timeline tim dan klien. Supaya negosiasi terasa adil, datanglah dengan opsi. Misalnya, memecah deadline besar menjadi beberapa tahap kecil.

Kamu juga bisa menawarkan update berkala agar progres tetap terpantau. Dengan begitu, atasan merasa tetap punya kontrol atas proyek. Strategi ini menjaga produktivitas kerja ramadan tetap stabil tanpa harus memaksakan lembur. Negosiasi jadi terlihat sebagai kerja sama, bukan tuntutan sepihak.

4. Komunikasikan batasan secara asertif

ilustrasi berbicara dengan atasan (pexels.com/Vlada Karpovich)

Asertif bukan berarti keras, tapi jelas dan jujur. Kamu berhak menyampaikan bahwa kamu ingin menghindari lembur menjelang berbuka karena butuh waktu istirahat dan persiapan. Sampaikan dengan nada yang tenang, bukan emosional. Fokus pada solusi, bukan drama.

Kalimat sederhana seperti, “Saya ingin memastikan pekerjaan selesai di jam kerja agar tetap optimal selama puasa,” sudah cukup kuat. Kamu tidak perlu meminta maaf berlebihan atas kebutuhan yang wajar. Justru dengan kejelasan batasan, ritme kerja bisa lebih sehat. Di sinilah komunikasi jadi kunci utama.

5. Evaluasi ritme kerja setiap minggu

ilustrasi laki-laki bekerja (pexels.com/Yan Krukau)

Ramadan berlangsung sekitar satu bulan, dan dinamika kerja bisa berubah tiap minggu. Setelah berhasil nego deadline, jangan berhenti di situ. Lakukan evaluasi kecil tentang apa yang berjalan baik dan apa yang masih terasa berat. Ini membantu kamu tetap adaptif.

Kalau ternyata beban kembali menumpuk, jangan ragu membuka diskusi lagi. Komunikasi yang konsisten membuat atasan melihat kamu sebagai pribadi yang proaktif. Produktivitas kerja ramadan pun tetap terjaga tanpa mengorbankan kesehatan dan waktu ibadah. Hubungan profesional juga jadi lebih kuat karena dibangun atas keterbukaan.

Menjalani Ramadan sambil bekerja memang menantang, apalagi kalau target sedang padat. Namun, kamu tidak harus selalu mengorbankan waktu berbuka demi terlihat berdedikasi. Dengan komunikasi yang asertif dan strategi yang matang, nego deadline bisa dilakukan tanpa drama. Yuk, berani mulai percakapan yang sehat demi ritme kerja yang lebih manusiawi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorAgsa Tian