Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Tips agar Peluang Jadi Karyawan setelah Magang Makin Besar
ilustrasi magang (pexels.com/Mikhail Nilov)
  • Artikel menyoroti bahwa tidak semua intern otomatis diangkat jadi karyawan, namun peluang bisa meningkat lewat sikap proaktif dan kemampuan kerja yang relevan dengan kebutuhan tim.
  • Ditekankan pentingnya menguasai tools kantor, bekerja mandiri, serta menunjukkan inisiatif agar kontribusi terasa nyata dan kehadiran intern lebih diperhitungkan oleh mentor maupun rekan kerja.
  • Membangun relasi positif dan rutin meminta feedback menjadi kunci agar intern dikenal sebagai pribadi terbuka, mudah diajak kerja sama, dan siap berkembang di lingkungan profesional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Tidak semua intern yang direkrut akan berujung menjadi karyawan di perusahaan tersebut. Dalam beberapa kondisi, perusahaan memang hanya membutuhkan bantuan untuk pekerjaan operasional, support tim, atau project jangka pendek. Karena itu, tidak sedikit intern yang sebenarnya bekerja dengan baik, tetapi tetap tidak diangkat karena memang belum ada posisi yang kosong.

Meski begitu, bukan berarti peluang tersebut tertutup sepenuhnya. Ada beberapa sikap dan cara kerja yang bisa membuat kamu lebih diperhatikan ketika kesempatan itu muncul. Berikut beberapa hal yang bisa kamu lakukan. Yuk, simak.

1. Pelajari tools kerja yang sering dipakai di kantor

ilustrasi mempelajari tools kerja (pexels.com/Antoni Shkraba Studio)

Masa magang bukan cuma soal menyelesaikan tugas harian, tetapi juga kesempatan untuk memahami skill yang benar-benar dipakai di dunia kerja. Perhatikan tools atau aplikasi yang digunakan tim setiap hari, lalu coba pelajari secara mandiri. Misalnya, jika kantor sering memakai Excel untuk olah data atau Canva untuk desain, biasakan diri untuk menggunakannya.

Semakin kamu menguasai tools yang sama dengan tim, semakin mudah kamu ikut terlibat dalam pekerjaan mereka. Mentor juga akan lebih cepat percaya karena kamu tidak perlu banyak diajari dari awal.

2. Biasakan mandiri dalam menyelesaikan tugas yang diberikan

ilustrasi mengerjakan tugas magang (pexels.com/Alena Darmel)

Banyak intern kurang diperhitungkan bukan karena tidak mampu, tetapi karena terlalu bergantung pada arahan. Padahal, hal sederhana seperti teliti saat input data, merapikan file, atau mengirim tugas tepat waktu sudah jadi bagian penting dari penilaian kerja.

Pekerjaan administratif memang terlihat kecil, tetapi justru paling membantu di tengah kesibukan tim. Saat kamu bisa menyelesaikannya dengan rapi tanpa banyak arahan, kehadiranmu akan terasa lebih berarti bagi mereka.

3. Punya inisiatif, bukan cuma menunggu arahan

ilustrasi memiliki inisiatif (pexels.com/RDNE Stock project)

Intern yang menonjol biasanya bukan yang paling sibuk, tapi yang peka melihat kebutuhan tim. Ketika pekerjaan utama sudah selesai, coba lihat apakah ada hal lain yang bisa dibantu tanpa harus menunggu diminta.

Seperti saat rekan kerja sedang menyiapkan presentasi, mengejar deadline, atau membereskan dokumen meeting, kamu bisa ikut membantu di bagian kecilnya. Sikap seperti ini akan membuatmu lebih mudah diingat sebagai orang yang inisiatif dan siap terlibat dalam dunia kerja profesional.

4. Bangun relasi yang baik dengan rekan kerja selama magang

ilustrasi jalin hubungan baik dengan rekan kerja (pexels.com/Ivan S)

Selain kemampuan kerja, cara kamu berinteraksi di kantor juga ikut membentuk kesan. Intern yang terlalu fokus pada tugas sendiri kadang cepat dilupakan, meskipun hasil kerjanya bagus.

Tidak perlu berlebihan, cukup dengan hal sederhana seperti menyapa, ikut ngobrol saat istirahat, atau merespons cerita rekan kerja dengan hangat. Dari kebiasaan kecil ini, kamu akan lebih dikenal sebagai orang yang enak diajak kerja sama, bukan hanya orang yang datang untuk menyelesaikan tugas.

5. Minta feedback agar tahu apa yang perlu diperbaiki

ilustrasi minta feedback (pexels.com/Mikhail Nilov)

Menunggu sampai masa akhir magang hanya untuk tahu penilaian kerjamu bukanlah langkah yang ideal. Sesekali, coba tanyakan langsung apa yang bisa diperbaiki dari cara kerja atau hasil tugas yang pernah dikerjakan.

Kebiasaan ini menunjukkan bahwa kamu terbuka terhadap masukan dan punya kemauan untuk berkembang. Di mata mentor, sikap seperti ini lebih berkesan dibanding hanya bekerja tanpa banyak komunikasi.

Tidak semua masa magang berakhir dengan diangkat sebagai karyawan, dan itu hal yang wajar di dunia kerja. Namun, intern yang paling diingat biasanya bukan hanya yang rajin, tetapi yang kehadirannya benar-benar terasa membantu tim.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorAgsa Tian