Dalam dunia kerja, terutama di bidang jasa dan industri kreatif, berhadapan dengan klien yang banyak revisi sering kali menjadi tantangan tersendiri. Kondisi ini tidak jarang membuat emosi terkuras, waktu habis, bahkan menurunkan motivasi kerja jika tidak disikapi dengan cara yang tepat. Padahal, revisi sebenarnya merupakan bagian wajar dari proses kolaborasi profesional.
Masalah mulai muncul ketika revisi dilakukan berulang kali tanpa batas yang jelas dan cenderung berubah-ubah. Jika dibiarkan, hal ini bisa mengganggu alur kerja, merusak hubungan profesional, dan berdampak pada kualitas hasil akhir. Oleh karena itu, diperlukan strategi khusus agar proses kerja tetap berjalan lancar tanpa harus mengorbankan kesehatan mental maupun profesionalitas.
