Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Fakta Material Berkelanjutan yang Bikin Rumah Lebih Sehat
ilustrasi ruang aesthetic (unsplash.com/Jeffrey Chai)
  • Material berkelanjutan mencakup bahan daur ulang seperti kayu, kaca, dan logam bekas yang membantu mengurangi limbah serta penggunaan sumber daya alam baru.
  • Penggunaan material berkelanjutan dengan kandungan VOC rendah dapat meningkatkan kualitas udara dalam rumah dan membuat lingkungan hunian lebih sehat.
  • Material ramah lingkungan memiliki daya tahan tinggi, efisiensi energi baik, serta tampilan estetis yang cocok untuk berbagai gaya desain modern.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan membuat konsep hunian berkelanjutan semakin diminati. Salah satu aspek yang berperan besar adalah pemilihan material bangunan dan interior. Material berkelanjutan tidak hanya membantu mengurangi dampak terhadap lingkungan, tetapi juga mampu menciptakan rumah yang nyaman, sehat, dan tahan lama.

Kini, pilihan material ramah lingkungan semakin beragam. Mulai dari kayu bersertifikat hingga bahan hasil daur ulang yang memiliki tampilan modern. Berikut lima fakta menarik tentang material berkelanjutan yang layak dipertimbangkan untuk hunian masa kini.

1. Tidak selalu berasal dari material baru

ilustrasi ruangan aesthetic (unsplash.com/Brian Zajac)

Banyak orang mengira material berkelanjutan harus diproduksi dari bahan baru yang ramah lingkungan. Faktanya, material hasil daur ulang juga termasuk kategori berkelanjutan. Misalnya, kayu bekas, kaca daur ulang, logam bekas, hingga plastik yang diproses kembali menjadi panel dekoratif.

Pemanfaatan material tersebut membantu mengurangi limbah. Sekaligus menekan penggunaan sumber daya alam baru. Meskipun memiliki interior yang aesthetic, namun tetap ramah lingkungan.

2. Membantu meningkatkan kualitas udara di dalam rumah

ilustrasi backdrop kayu (pexels.com/Max Vakhtbovycn)

Siapa yang tidak ingin memiliki interior menarik? Ternyata kita dapat memadukan material berkelanjutan. Tentu ini berdasarkan pertimbangan penggunaan material konvensional itu sendiri. Sebagian material konvensional mengandung zat kimia yang dapat melepaskan senyawa organik mudah menguap ke udara.

Sebaliknya, banyak material berkelanjutan dirancang dengan kandungan VOC rendah sehingga lebih aman digunakan pada ruang keluarga, kamar tidur, maupun area kerja di rumah. Kualitas udara yang lebih baik dapat membuat penghuni merasa lebih nyaman sekaligus mengurangi risiko iritasi akibat paparan bahan kimia tertentu.

3. Memiliki umur pakai yang lebih panjang

ilustrasi ruangan lantai kayu (unsplash.com/Lisa Anna)

Konsep interior yang menteri tidak hanya terlihat aesthetic. Tapi juga bisa bertahan dalam jangka waktu lama. Material berkelanjutan tidak identik dengan kualitas yang lebih rendah. Justru banyak produk dirancang agar tahan terhadap penggunaan jangka panjang.

Kita tidak perlu sering pengganti material-material tersebut. Ketahanan dari material berkelanjutan membantu mengurangi limbah konstruksi sekaligus menekan biaya perawatan dalam jangka panjang. Memilih material yang awet juga menjadi salah satu prinsip keberlanjutan karena mengurangi konsumsi sumber daya secara berulang.

4. Efisien dalam menghemat energi

ilustrasi ruang makan (pexels.com/Engin Akyurt)

Beberapa material berkelanjutan memiliki kemampuan insulasi yang baik. Tentu saja ini mampu menjaga suhu ruangan tetap stabil. Akibatnya, penggunaan pendingin maupun pemanas ruangan dapat berkurang karena kondisi interior lebih nyaman secara alami.

Selain itu, material yang memantulkan cahaya dengan baik juga dapat membantu memaksimalkan pencahayaan alami pada siang hari. Kombinasi tersebut membuat konsumsi energi rumah menjadi lebih efisien tanpa mengurangi kenyamanan penghuni.

5. Tampil estetis dengan beragam pilihan desain

ilustrasi ruang tamu (pexels.com/Hello pipcke)

Material berkelanjutan kini hadir dalam berbagai warna, tekstur, dan motif yang mengikuti perkembangan desain interior modern. Bambu olahan, kayu reklamasi, panel serat alami, hingga batu alam lokal dapat dipadukan dengan konsep minimalis, industrial, maupun Japandi.

Dengan demikian, penggunaan material ramah lingkungan tidak lagi identik dengan tampilan yang sederhana atau terbatas. Justru, karakter alami yang dimilikinya mampu memberikan kesan hangat, elegan, dan unik pada setiap ruangan.

Menggunakan material berkelanjutan merupakan langkah sederhana yang memberikan manfaat besar bagi penghuni maupun lingkungan. Selain membantu mengurangi dampak ekologis, material tersebut juga menawarkan kualitas, estetika, serta efisiensi yang mendukung kebutuhan hunian modern. Hunian yang nyaman pun dapat berjalan seiring dengan kepedulian terhadap kelestarian bumi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article