Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
membersihkan rumah
ilustrasi membersihkan rumah (freepik.com/zinkevych)

Rumah yang rapi bukan hanya hasil dari cleaning day besar-besaran, tapi juga dari kebiasaan kecil yang kamu lakukan setiap hari. Salah satu teknik paling sederhana dan efektif untuk menjaga rumah tetap tertata adalah one touch rule aturan yang mendorong kamu menangani barang hanya sekali, bukan memindahkannya berkali-kali tanpa tujuan. Banyak orang tanpa sadar menunda pekerjaan kecil, seperti menaruh baju di kursi dulu baru nanti dilipat, atau membiarkan gelas bekas minum menunggu di meja dapur. Hal-hal sepele ini kalau dibiarkan menumpuk bisa berubah jadi kekacauan visual yang bikin rumah terasa sesak dan melelahkan bagi mata.

Dengan menerapkan one touch rule, kamu langsung menempatkan barang di tempat akhir yang seharusnya, bukan transit. Konsepnya simpel, tapi efeknya besar karena memotong rangkaian langkah tambahan yang biasanya menghabiskan waktu dan energi. Kamu gak lagi repot mencari barang hilang atau merasa overwhelmed saat harus membereskan banyak hal sekaligus. Rumah jadi lebih terkendali, dan kamu bisa merasakan ruang hidup lebih lega setiap hari.

Lima teknik berikut bisa bantu kamu menerapkan aturan ini tanpa pusing. Semuanya praktikal, bisa langsung dicoba, dan cocok buat kamu yang ingin rumah rapi dengan usaha minimal. Yuk mulai perlahan dan rasakan bedanya!

1. Tetapkan tempat pasti untuk setiap barang

ilustrasi rak tambahan buat dapur (freepik.com/freepik)

Barang mudah berserakan karena gak punya “rumah tetap” yang jelas. Ketika kamu gak tahu harus meletakkan sesuatu di mana, kamu cenderung menaruhnya di sembarang tempat dulu dan berjanji akan memindahkannya nanti. One touch rule membantu kamu melawan kebiasaan ini dengan langkah sederhana: tentukan satu lokasi final untuk setiap barang. Mulai dari kunci, charger, tas, skincare, sampai sedotan stainless semua harus punya tempat pulang.

Dengan lokasi yang jelas, proses membereskan jadi jauh lebih cepat. Kamu gak lagi membuang waktu memikirkan harus meletakkan barang di mana, yang sering berakhir dengan menunda. Ketika kamu otomatis mengembalikan barang ke tempatnya, rumah lebih tertata tanpa perlu effort besar. Bahkan anggota keluarga lain pun lebih mudah ikut menjaga keteraturan karena sistem penyimpanan lebih terarah.

Kamu bisa memulai dari benda kecil yang sering berpindah: remote TV, hair tie, atau kacamata. Beri wadah atau kompartemen khusus agar proses menyimpan hanya butuh satu langkah. Begitu tempatnya jelas, barang gak lagi numpang lewat di meja, sofa, atau lantai.

2. Langsung selesaikan tugas kecil dalam hitungan detik

ilustrasi piring bersih (freepik.com/topntp26)

Tugas kecil seperti membuang bungkus camilan, menaruh piring ke sink, atau melipat selimut sebenarnya gak membutuhkan banyak waktu. Tapi kebiasaan menunda bikin semuanya menumpuk jadi pekerjaan besar yang melelahkan. One touch rule mendorong kamu untuk menyelesaikannya saat itu juga tanpa transit, tanpa penundaan. Kalau bisa diselesaikan dalam waktu kurang dari satu menit, lakukan sekarang.

Ketika rutinitas “sekalian sekarang” jadi kebiasaan, rumah terasa lebih terkontrol. Kamu gak perlu lagi menghabiskan satu jam hanya untuk membereskan hal-hal kecil yang tersebar di mana-mana. Alih-alih burnout saat weekend, kamu menyicil kerapian dalam bentuk mikro setiap hari. Hasilnya terlihat nyata meski tanpa effort besar.

Supaya lebih mudah diterapkan, biasakan menilai tugas dalam waktu pendek. Kalau kamu habis makan, alihkan piring langsung ke tempat cuci, bukan ke meja lain. Kalau buka paket, buang kardus dan plastiknya saat itu juga. Satu sentuhan selesai, bukan dua atau tiga.

3. Kurangi area tempat transit pemicu barang menumpuk

ilustrasi masukkan pakaian ke keranjang (freepik.com/freepik)

Tumpukan paling cepat muncul di area yang jadi tempat singgah sementara, seperti kursi dekat pintu, meja makan, atau sudut lemari yang gak pernah rapi. Tempat seperti ini menjadi magnet bagi barang yang belum jelas nasibnya baju mau dilipat nanti, tas baru mau dibereskan setelah mandi, dan seterusnya. One touch rule mengajarkan kamu untuk menutup ruang bagi transit, supaya barang langsung menuju penyimpanan final.

Kamu bisa mulai dengan mengurangi permukaan horizontal kosong yang mendorong kebiasaan menaruh barang sembarangan. Misalnya dengan memberi organizer, tray kecil, atau mengosongkan hanya area yang benar-benar dibutuhkan. Ketika tempat transit berkurang, perpindahan barang jadi lebih efisien dan tidak berputar-putar sebelum sampai tujuan akhir.

Latihan ini menantang di awal, tapi pelan-pelan kamu akan merasa alur membereskan jauh lebih simpel. Kamu gak lagi menunda karena tahu langkahnya jelas: sentuh sekali, simpan di tempat final. Tumpukan pun perlahan lenyap.

4. Buat jalur penyimpanan yang mudah dijangkau

ilustrasi skincare di dekat cermin (freepik.com/freepik)

Teknik one touch rule akan lebih efektif kalau kamu menata ruang sesuai alur aktivitas harian. Barang yang sering dipakai harus berada di tempat yang mudah diambil dan mudah dikembalikan. Kalau penyimpanan terlalu tinggi, terlalu penuh, atau tricky untuk dibuka, kamu cenderung menaruh barang di luar dulu dan berjanji merapikan nanti. Kunci keberhasilan adalah akses cepat tanpa hambatan.

Coba evaluasi flow ruang di rumahmu. Apakah bumbu dapur dekat kompor? Apakah skincare di dekat cermin? Apakah tali rambut ada di laci yang sering kamu buka? Jika posisi penyimpanan sejalan dengan kebiasaanmu bergerak, kamu secara alami mengikuti one touch rule tanpa sadar. Tangan akan langsung mengarah ke tempat yang tepat ketika selesai memakai sesuatu.

Agar lebih praktis, kamu bisa gunakan wadah terbuka, rak yang mudah dilihat, dan kategori yang jelas. Penyimpanan yang simpel bikin kamu gak perlu banyak langkah sebelum menyimpan barang. Satu gerakan cukup untuk menghindari clutter.

5. Biasakan reset mini tiap berpindah aktivitas

ilustrasi simpan buku (freepik.com/freepik)

Rumah bersih bukan hanya tentang beres-beres besar, tapi tentang reset kecil di sela kegiatan. Setelah masak, lap meja dan susun peralatan. Setelah mandi, gantung handuk dan rapikan sabun. Setelah bekerja di meja, kembalikan alat tulis dan tutup buku. Reset mini ini membuat one touch rule berjalan lebih alami karena kamu menyelesaikan lingkungan sebelum pindah ke aktivitas berikutnya.

Kalau kamu membiarkan barang tertinggal setelah melakukan sesuatu, tugas kecil akan terus menumpuk. Reset lima menit sudah cukup untuk mencegah clutter jadi besar. Kamu bisa anggap ini sebagai “tanda selesai”, semacam penutup aktivitas sebelum masuk ke hal lain. Rasanya seperti menarik napas baru untuk memulai hari dengan ruang yang lebih bersih.

Biar lebih konsisten, kamu bisa memulai dengan satu ruang terlebih dahulu dapur, kamar, atau meja kerja. Rutinitas ini perlahan membentuk pola hidup yang lebih teratur tanpa kamu merasa terbebani. Reset singkat, sentuh sekali, selesai.

Dengan lima teknik ini, one touch rule bakal terasa jauh lebih mudah untuk diterapkan. Kamu gak perlu tenaga besar atau waktu panjang buat menjaga rumah tetap rapi. Cukup satu sentuhan, satu keputusan, dan satu aksi langsung tanpa menunda. Sedikit-sedikit kamu bakal melihat perubahan nyata: tumpukan berkurang, stres visual menurun, dan atmosfer rumah terasa lebih nyaman ditempati. Semakin konsisten kamu mencoba, semakin ringan hidupmu berjalan setiap harinya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team